JAKARTA — Konser musik “Mahabbah Allah Pakem 9” yang menampilkan lagu-lagu spiritual dan sufistik karya Mbah Syaiful Umar dari Salatiga digelar di Usmar Ismail Hall, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan kolaborasi PWI Jaya Seksi Musik dan Film bersama Tiga Jantung.
Konser tersebut menghadirkan Baruna (Elpamas), Taraz Biztara (T.R.I.A.D), serta Interstae Band. Melalui rangkaian lagu yang dibawakan, penyelenggara menyampaikan pesan ajakan bagi masyarakat untuk bertobat kepada Allah SWT. Konser ini juga dimaknai sebagai ruwatan agar tidak terjadi bencana yang berlarut di Indonesia.
Mbah Syaiful Umar mengatakan, konser ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia kerap melakukan dosa dan kerusakan, termasuk kerusakan terhadap alam. Ia menyebut esensi acara adalah mengajak pemimpin dan seluruh elemen masyarakat untuk bertobat, sekaligus berharap berbagai ramalan dan potensi kerusuhan tidak terjadi.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. Dalam sambutannya, Yusril menyampaikan bahwa lagu-lagu karya Mbah Syaiful dinilai mampu menggugah hati dan pikiran, sekaligus mengingatkan tentang keterbatasan hidup manusia serta tanggung jawab menjaga semesta alam agar tidak dirusak.
Budayawan Ngatawi Al-Zaztrow juga menyampaikan orasi budaya. Ia menilai kerja budaya merupakan jalan panjang dan berliku, namun dipilihnya untuk merawat akal sehat dan kemanusiaan. Ia turut menyebut sejumlah pihak yang dinilainya setia di jalur budaya, termasuk Mbah Syaiful, Irish Riswoyo, PWI Jaya, Anto Baret, Bambang Asrini, Baruna, dan para sahabat.
Ketua PWI DKI Jakarta Kesit Budi Handoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempercayakan PWI DKI Jakarta untuk menggelar konser tersebut. Ia berharap kepercayaan itu dapat menjadi sinergi yang baik untuk penyelenggaraan acara musik dan budaya ke depan.
Ketua Panitia Irish Riswoyo mengatakan, konser di Jakarta direncanakan menjadi awal untuk penyelenggaraan di kota-kota lain. Ia menyebut rencana konser lanjutan antara lain di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, sebelum kembali digelar di Jakarta dengan skala yang lebih besar.