BERITA TERKINI
Konser “Suara Vietnam” Hadirkan 130 Seniman, Merangkai Kisah Bangsa Lewat Musik Tradisional

Konser “Suara Vietnam” Hadirkan 130 Seniman, Merangkai Kisah Bangsa Lewat Musik Tradisional

Program budaya dan seni “Suara Vietnam” menghadirkan 130 seniman, termasuk Profesor Madya Tan Nhan, Doktor Anh Tho, dan seniman Trong Tan, dalam sebuah pertunjukan yang menggambarkan panorama Vietnam melalui musik. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Musik Tradisional dan Orkestra Nasional Vietnam.

Direktur Akademi Musik Nasional Vietnam sekaligus Seniman Rakyat, Dr. Do Quoc Hung, menyebut “Suara Vietnam” sebagai acara berskala sangat besar. Menurutnya, program ini digelar untuk menandai peringatan 17 tahun berdirinya Orkestra Nasional Vietnam, sekaligus menyambut perayaan besar 70 tahun Akademi Musik Nasional Vietnam.

Do Quoc Hung juga mengenang pembentukan Orkestra Nasional Vietnam. Ia menjelaskan bahwa pada 2009, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Tran Chien Thang menandatangani keputusan pendirian orkestra tersebut, dengan kelompok inti yang terdiri dari seniman, dosen, dan mahasiswa berprestasi dari Jurusan Musik Tradisional.

Pertunjukan perdana orkestra pada 28 Mei 2009 di Gedung Opera Besar Hanoi disebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan musik tradisional Vietnam. Saat itu, orkestra menyambut kehadiran Wakil Perdana Menteri Nguyen Thien Nhan, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Hoang Tuan Anh, serta sejumlah pemimpin tingkat tinggi lainnya.

Dalam kesempatan ini, Do Quoc Hung menekankan pandangannya bahwa musik rakyat tradisional bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan jiwa bangsa yang merekam perjalanan pembangunan yang terjalin dengan sejarah perjuangan, pembangunan, dan pertahanan negara. Ia menilai pelestarian musik tradisional berarti menjaga akar dan identitas budaya Vietnam di tengah arus integrasi global dan dalam era pembangunan nasional yang baru.

Ia menambahkan, “Suara Vietnam” membawa pesan tentang aspirasi untuk melestarikan, mengembangkan, dan mengintegrasikan musik tradisional Vietnam ke dalam kehidupan kontemporer secara lebih mendalam agar lebih mudah diakses oleh khalayak luas dari berbagai usia. Di panggung, penonton juga dapat melihat keterhubungan antargenerasi ketika para seniman tampil bersama para siswa yang pernah mereka latih dan ajar.

“Suara Vietnam” menyatukan Seniman Rakyat, Seniman Berjasa, seniman dan dosen terkemuka di bidang musik rakyat Vietnam, serta mahasiswa berprestasi dari Jurusan Musik Tradisional. Program ini menampilkan 15 karya yang disebut merepresentasikan “aliran berkelanjutan” musik tradisional dalam perkembangan musik nasional, sekaligus menunjukkan keterkaitan antara tradisi dan masa kini, antarwilayah budaya, serta antargenerasi pencipta seni.

Acara dibuka dengan pertunjukan drum “Drum Lac Hong” oleh seniman Thu Ha bersama para siswa dari kelompok perkusi. Irama yang kuat menggambarkan perjalanan bangsa dalam membangun dan mempertahankan negara, membangkitkan kebanggaan atas semangat pantang menyerah rakyat Vietnam, dan menghadirkan nuansa kepahlawanan.

Nuansa tersebut berlanjut lewat ansambel kecapi “Melestarikan Musim Semi” yang melibatkan 30 seniman, melukiskan gambaran musim semi Vietnam. Melodi yang ekspresif memuji keindahan tanah air sekaligus menyampaikan aspirasi akan perdamaian, kebahagiaan, dan kemakmuran.

Kekuatan rakyat Vietnam dalam perjuangan mempertahankan tanah air juga tergambar dalam karya orkestra “Ông Gióng” ciptaan komposer Xuân Khoát. Sosok Santo Gióng ditampilkan sebagai simbol abadi aspirasi kemerdekaan, kebebasan, dan semangat kemenangan atas musuh yang menyerang.

Perjalanan musikal Vietnam kemudian dihadirkan melalui sejumlah karya lain, di antaranya pertunjukan orkestra “Melodi Tanah Air”, duet instrumen Bau “Au o vi dau”, pertunjukan orkestra “Fantasi Vietnam”, solo Pipa “Mengirim ke Selatan”, ansambel seruling bambu “Mengenang Sungai”, pertunjukan orkestra “Satu Bangsa yang Bersatu”, serta pertunjukan orkestra “Negara yang Damai”.

Penonton juga menikmati penampilan vokal dari para seniman yang dikenal luas. Tan Nhan membawakan lagu “Jauh dari Pantai”, Anh Tho menampilkan “Selendang Piêu”, sementara Trong Tan menyanyikan “Ho Chi Minh, Nama Terindah”. Setiap penampilan disebut memiliki karakter tersendiri, namun sama-sama menguatkan penghormatan pada keindahan tanah air, negara, dan rakyat Vietnam.

Rangkaian pertunjukan tersebut membenamkan penonton dalam kekayaan bunyi identitas nasional Vietnam, layaknya perjalanan menelusuri kedalaman budaya dan jiwa Vietnam. Tepuk tangan panjang dari penonton menjadi penanda kuatnya daya tarik alat musik tradisional, sekaligus memperlihatkan bagaimana program ini membangkitkan emosi, kebanggaan, dan kecintaan pada nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.