BERITA TERKINI
Kuota Produksi Nikel 2026 Turun Sekitar 15%, ESDM Tetap Targetkan PNBP Minerba Rp 134 Triliun

Kuota Produksi Nikel 2026 Turun Sekitar 15%, ESDM Tetap Targetkan PNBP Minerba Rp 134 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap membidik kenaikan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada 2026, meski kuota produksi bijih nikel dan batu bara diturunkan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) produksi nikel pada 2026 berada di kisaran 250–260 juta ton. Angka tersebut turun sekitar 10–15 persen dibanding RKAB produksi nikel tahun sebelumnya.

Selain nikel, Tri menyebut RKAB produksi batu bara juga diturunkan menjadi maksimal sekitar 600 juta ton. Kuota ini lebih rendah dibanding realisasi produksi batu bara sepanjang 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Kendati demikian, Tri optimistis PNBP sektor minerba pada 2026 dapat meningkat menjadi Rp 134 triliun, dibanding capaian tahun lalu sebesar Rp 134 triliun. Pada 2025, target PNBP sektor minerba ditetapkan Rp 124,7 triliun dan terealisasi 104,38 persen dari target.

Menurut Tri, upaya mencapai target PNBP tersebut akan ditopang penguatan pengawasan dan perbaikan tata kelola. Ia juga berharap pemulihan harga komoditas minerba ikut mendukung, sembari tetap mempertimbangkan skenario lain akibat pemangkasan RKAB.

Tri menambahkan, sejumlah komoditas menunjukkan kenaikan harga, seperti timah, nikel, emas, dan lainnya. Faktor harga, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan dalam proyeksi penerimaan negara.

Di sisi lain, Kementerian ESDM membuka peluang bagi perusahaan untuk mengajukan revisi RKAB hingga 31 Juli, apabila kuota produksi yang diberikan belum memenuhi komitmen atau kontrak yang telah ada.

Tri juga menyatakan tidak mempermasalahkan apabila ke depan impor nikel meningkat sebagai dampak dari pemangkasan kuota produksi. Selama ini, Indonesia masih mengimpor nikel dari Filipina dengan volume yang disebut berada di kisaran 10–15 juta ton.