Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin melanjutkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian dengan menyemai 150 pot bibit selada pada instalasi hidroponik, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilakukan setelah panen raya beberapa waktu lalu.
Penyemaian bibit tersebut menjadi bagian dari siklus tanam berkelanjutan yang dikelola Lapas Banjarmasin sebagai sarana pembinaan keterampilan kerja. Prosesnya melibatkan petugas pemasyarakatan dan warga binaan yang tergabung dalam program kemandirian pertanian.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, penyemaian dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi sekaligus memberi pengalaman praktik pertanian secara menyeluruh kepada warga binaan.
“Setelah panen raya kemarin, hari ini kita kembali menyemai bibit selada. Harapannya, dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan sudah bisa dipanen, kemungkinan pada bulan April. Pada panen sebelumnya, kita berhasil memanen lebih dari 100 pot selada,” ujar Akhmad Herriansyah.
Menurutnya, kegiatan pertanian hidroponik tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Banjarmasin Bagus Paras Etika menilai program hidroponik menjadi media pembelajaran yang efektif bagi warga binaan karena mencakup tahapan dari awal hingga akhir.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar dari awal, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Di situ dibangun konsistensi dan rasa tanggung jawab, yang sangat penting sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Bagus.
Kegiatan penyemaian dilakukan secara gotong royong dan menjadi ruang interaksi positif antara petugas dan warga binaan. Salah satu warga binaan berinisial ZA mengaku antusias mengikuti program tersebut.
“Kami merasa diberi kepercayaan. Dari menyemai sampai merawat tanaman, semuanya jadi pengalaman berharga dan membuat kami lebih siap untuk mandiri nanti,” ujarnya.
Program kemandirian pertanian melalui hidroponik menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk menanamkan nilai produktivitas dan keterampilan kerja. Melalui instalasi yang ada, lapas berharap kemampuan dan mental kemandirian warga binaan dapat terbentuk sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

