BERITA TERKINI
Lelang Cadillac DeVille 1999 di Bring a Trailer Dihentikan Usai Foto Diduga Dimanipulasi AI

Lelang Cadillac DeVille 1999 di Bring a Trailer Dihentikan Usai Foto Diduga Dimanipulasi AI

Situs lelang kendaraan klasik Bring a Trailer (BaT) menarik sebuah lelang Cadillac DeVille tahun 1999 setelah sejumlah pengguna menyoroti dugaan manipulasi gambar menggunakan kecerdasan buatan (AI) pada materi foto yang ditampilkan.

Daftar lelang tersebut tayang pada akhir pekan lalu dan segera memicu perhatian komunitas BaT yang dikenal teliti dalam menelaah detail kendaraan. Di kolom komentar, beberapa pengguna menunjuk sejumlah kejanggalan visual yang dinilai tidak masuk akal untuk mobil tersebut.

Sejumlah anomali yang disorot antara lain karpet lantai yang tampak menyerupai pola jalan berbatu di bawah mobil, serta foto ruang mesin yang memperlihatkan panel depan (slam panel) hilang sepenuhnya, sehingga memberi kesan kendaraan berada di lokasi pembongkaran. Selain itu, setidaknya satu gambar disebut menampilkan dua tuas transmisi di kolom kemudi, fitur yang dinilai tidak pernah ada pada model Cadillac DeVille tersebut.

Reaksi warganet pun mengalir deras, termasuk komentar bernada sindiran terhadap kejanggalan dimensi mobil dalam gambar. Ada pula pengguna yang menyebut insiden itu dapat merusak kredibilitas platform.

Pada tahap awal, staf BaT menyatakan sedang bekerja sama dengan penjual untuk mendapatkan gambar tambahan. Namun respons tersebut justru memicu perdebatan lanjutan, karena sebagian pengguna menilai penambahan foto tidak serta-merta menjawab keraguan atas keaslian galeri yang sudah terlanjur dipertanyakan.

Tidak lama kemudian, BaT mengakhiri lelang tersebut. Platform itu menyatakan penjual tidak dapat menyediakan foto tambahan dengan cepat, sehingga lelang dihentikan karena BaT “tidak dapat membiarkan lelang ini berlanjut dengan itikad baik.”

Kepala Lelang Bring a Trailer, Howard Swig, menyebut insiden ini sebagai “kesalahan besar” dengan “beberapa titik kegagalan.” Ia menegaskan proses kurasi dan kontrol kualitas BaT dilakukan secara manual dan tidak mengandalkan algoritma atau AI. “Kami melakukan kesalahan di sini dan akan bertanggung jawab penuh,” ujarnya.

Dalam pembahasan yang berkembang, tidak ada indikasi bahwa penjual maupun BaT berniat menipu pembeli. Dugaan yang mengemuka adalah penjual berupaya membuat latar belakang gambar terlihat lebih menarik. Namun, upaya tersebut justru memunculkan kesalahan visual yang memperburuk kepercayaan terhadap materi lelang.

Sejumlah pengguna menilai insiden ini menegaskan pentingnya foto sebagai bukti kondisi dan spesifikasi kendaraan dalam lelang daring. Ketika keaslian gambar diragukan, kepercayaan terhadap keseluruhan proses lelang dapat ikut tergerus. BaT diperkirakan akan memperketat kebijakan dan penyaringan, terutama terkait penggunaan gambar yang telah dimodifikasi.

Kasus ini juga menunjukkan tantangan yang muncul seiring semakin mudahnya teknologi AI digunakan untuk mengubah atau “memperindah” foto. Ketika standar verifikasi visual menjadi kunci, platform dan penjual sama-sama dituntut memastikan materi yang ditampilkan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.