BERITA TERKINI
Lewat “Circles”, Samo Rafael Tuangkan Kelelahan Urban dan Relasi Cinta-Benci dengan Jakarta

Lewat “Circles”, Samo Rafael Tuangkan Kelelahan Urban dan Relasi Cinta-Benci dengan Jakarta

Musisi sekaligus aktor Samo Rafael mengekspresikan pengalaman personalnya tentang Jakarta melalui single “Circles”. Dalam lagu ini, ia menggambarkan ibu kota sebagai ruang yang bergerak tanpa henti—membuat seseorang bisa merasa hidup sekaligus terjebak pada saat yang sama.

Samo Rafael, yang memiliki nama lengkap Samodra Angkasa Putro, lahir pada 2 Maret 1995. Ia mewarisi darah Malang dari ayahnya dan Skotlandia dari ibunya. Dalam keluarganya, musik telah hadir sejak kecil, terutama lewat pengaruh sang kakek. Bagi Samo, musik bukan sekadar pelengkap, melainkan sesuatu yang ia rasakan dekat dengan dirinya.

Dalam sebuah wawancara di YouTube Portofolio, Samo menyampaikan pandangannya tentang musik: “Tuhan bicara paling dalam dengan aku melewati musik.” Pernyataan itu menegaskan bahwa musik ia anggap sebagai medium yang paling jujur untuk menyampaikan hal-hal yang sulit diungkapkan dengan cara lain.

“Circles” lahir setelah Samo mengambil keputusan besar untuk berpindah dari Jakarta ke Bali. Single tersebut dirilis pada 3 Oktober 2022 melalui Darlin’s Records sebagai bagian dari sebuah EP yang juga memuat dua lagu lain, yakni “Milky” dan “Life’s A Pirouette”. Di antara ketiganya, “Circles” disebut sebagai lagu yang paling awal “berbicara” tentang apa yang ia rasakan.

Melalui “Circles”, Samo menggambarkan Jakarta sebagai kota yang “tidak mau tahu”—terus berjalan tanpa benar-benar menanyakan keadaan seseorang. Perasaan lelah yang muncul dari pengalaman itu menjadi inti lagu, sekaligus memotret sisi lain kehidupan urban yang sering kali sunyi di tengah keramaian.

Samo menyebut “Circles” sebagai karya yang lahir dari kesendirian dan proses untuk kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Ia menggambarkan bagaimana di tengah hiruk-pikuk Jakarta, ia merasa tersesat bukan karena arah, melainkan karena keramaian yang paradoks: dikelilingi banyak orang, tetapi seolah tidak ada yang benar-benar hadir. Orang-orang datang dan pergi seperti lalu lintas di jam sibuk—ada, namun sekadar lewat—tanpa mengetahui apa yang sedang dirasakan atau dihadapi.

Kepada Elle Indonesia, Samo juga menyampaikan kesannya bahwa Jakarta terasa seperti siklus tanpa henti. “Circles” kemudian hadir sebagai semacam meditasi urban atas kondisi tersebut—tentang kemacetan yang bukan hanya terjadi di jalanan, tetapi juga di hati dan kepala. Lagu ini membuka cerita tentang relasi cinta-benci Samo terhadap Jakarta, sebuah pengalaman yang ia tuangkan melalui lirik dan melodi.