BERITA TERKINI
Lima Film dan Serial tentang Jane Austen, dari Drama Romantis hingga Dokumenter

Lima Film dan Serial tentang Jane Austen, dari Drama Romantis hingga Dokumenter

Jane Austen terus menjadi sosok menarik bagi dunia film dan televisi. Berbagai karya layar lebar, film televisi, hingga serial mini mencoba menafsirkan kehidupan penulis klasik ini—mulai dari kemungkinan kisah cintanya, pergulatan batin di usia dewasa, sampai upaya keluarga menjaga warisannya. Berikut lima film dan serial tentang Jane Austen yang kerap direkomendasikan bagi pencinta sastra.

1. Becoming Jane (2007)
Film Becoming Jane menampilkan Anne Hathaway sebagai Jane Austen muda dan James McAvoy sebagai Tom Lefroy, pria yang diyakini pernah dekat dengannya. Ceritanya membayangkan seperti apa hubungan Jane dan Lefroy pada masa muda mereka, meski tidak sepenuhnya bertumpu pada fakta sejarah.

Sejumlah penonton menilai film ini memberi gambaran romantis tentang pengalaman yang mungkin memengaruhi karya-karya Austen. Namun, ada pula penggemar sastra yang merasa film ini lebih menonjolkan romansa dramatis ketimbang menggali kepribadian Jane Austen secara mendalam. Hubungan Jane dengan Lefroy sendiri disebut masih menjadi misteri, antara lain karena banyak surat pribadi yang dihancurkan oleh kakaknya.

2. Miss Austen Regrets (2007)
Film televisi BBC ini berfokus pada periode ketika Jane Austen mendekati usia 40 tahun. Olivia Williams memerankan Austen dengan nuansa yang lebih reflektif dan dewasa. Kisahnya banyak diambil dari surat-surat pribadi Austen yang menggambarkan pemikirannya tentang cinta, pernikahan, dan pilihan hidup.

Dalam cerita, Austen kerap dimintai nasihat soal cinta oleh keponakannya, Fanny, meski ia sendiri tidak pernah menikah. Film ini mencoba mengeksplorasi kemungkinan penyesalan yang mungkin pernah ia rasakan. Meski begitu, sebagian sejarawan menilai penggambaran tersebut cenderung lebih muram dibandingkan sosok Austen yang dikenal cerdas dan penuh humor.

3. The Real Jane Austen (2002)
The Real Jane Austen merupakan docu-drama yang berupaya menampilkan sosok Austen secara lebih historis. Film ini memadukan adegan dramatis dengan pembacaan surat-surat Austen untuk menghadirkan gambaran yang dianggap lebih akurat mengenai kehidupannya. Gillian Kearney memerankan Jane Austen dalam rekonstruksi sejumlah momen penting.

Narasi dibawakan oleh Anna Chancellor, yang disebut memiliki hubungan keluarga jauh dengan Jane Austen. Lewat pendekatan dokumenter, film ini berusaha menampilkan Austen sebagai manusia biasa—seorang perempuan cerdas dengan kehidupan yang lebih kompleks daripada sekadar label penulis novel romantis.

4. Jane Austen: Rise of a Genius (2025)
Dokumenter ini dibuat untuk memperingati 250 tahun kelahiran Jane Austen. Karya tersebut mendapat pujian dari kritikus karena dinilai berhasil merangkum pengaruh besar Austen dalam dunia sastra, termasuk catatan skor sempurna di Rotten Tomatoes dari kalangan kritikus.

Film ini memuat wawancara dengan sejumlah penggemar Austen yang terkenal, termasuk aktor dan penulis yang membahas warisan karyanya. Narasi dibawakan oleh Juliet Stevenson, sementara adegan dramatis yang menggambarkan Austen diperankan oleh Emöke Zsigmond. Meski ada penonton yang merasa porsi wawancara selebritas terlalu banyak, dokumenter ini tetap dipandang sebagai pengingat kuat tentang besarnya pengaruh Jane Austen hingga kini.

5. Miss Austen (2025)
Serial mini Miss Austen mengambil sudut pandang berbeda: cerita tidak menempatkan Jane sebagai tokoh utama, melainkan berfokus pada kakaknya, Cassandra Austen. Keeley Hawes memerankan Cassandra yang berusaha melindungi warisan sastra adiknya setelah Jane meninggal dunia.

Melalui perspektif Cassandra, serial ini menawarkan gambaran yang lebih intim tentang hubungan dua saudari tersebut, sekaligus mencoba menjawab misteri mengapa Cassandra membakar banyak surat pribadi Jane. Dengan penekanan pada ikatan keluarga dan emosi, kisah ini menghadirkan sisi Jane Austen yang jarang muncul dalam film biografi lain.

Beragam film dan serial ini menunjukkan bahwa kisah Jane Austen dapat didekati dari banyak arah—romantis, reflektif, hingga dokumenter. Masing-masing menawarkan cara berbeda untuk memahami bagaimana pengalaman pribadi dan lingkungan hidupnya bisa berkelindan dengan karya-karya yang kini menjadi klasik.