BERITA TERKINI
Lima Musisi yang Dinanti Kembali Merilis Karya Musik pada 2026

Lima Musisi yang Dinanti Kembali Merilis Karya Musik pada 2026

Sejumlah nama besar di industri musik disebut-sebut paling dinanti untuk kembali merilis karya baru pada 2026. Setelah beberapa tahun terakhir lebih jarang hadir lewat album atau rilisan besar, absennya para musisi ini justru menegaskan pengaruh mereka yang masih kuat di telinga pendengar. Berikut lima musisi yang kerap dikaitkan dengan harapan comeback karya musik pada 2026.

1. Rihanna
Rihanna menjadi salah satu ikon pop yang dinilai sulit tergantikan. Sejak merilis album ANTI pada 2016, ia lebih banyak berfokus pada bisnis dan fashion melalui kerajaan Fenty yang disebut sangat sukses. Meski demikian, jarak panjang dari dunia musik membuat kehadirannya semakin dirindukan, terlebih karena album terakhirnya dikenal berani bereksperimen.

Di sisi lain, para penggemar masih memiliki alasan untuk berharap. Rihanna beberapa kali mengisyaratkan bahwa ia tetap mencintai musik, meski tidak ingin terburu-buru merilis karya baru. Jika benar kembali pada 2026, banyak yang memperkirakan hasilnya bisa berbeda dari ekspektasi awal—sesuatu yang kerap menjadi ciri khasnya.

2. Arctic Monkeys
Arctic Monkeys juga termasuk band yang dinanti comeback-nya. Sejak AM (2013) menjadi album fenomenal, band ini terus bergerak menjauh dari zona nyaman. Perubahan musikal disebut bukan satu-satunya persoalan; ada pula kesan jarak emosional yang perlahan terbentuk antara band dan publik, seiring mereka yang terasa semakin misterius dan jarang tampil.

Album The Car (2022) dipandang menunjukkan kedewasaan musikal, namun bagi sebagian pendengar belum sepenuhnya menjawab kerinduan. Penggemar menantikan Arctic Monkeys yang terasa lebih hidup, baik melalui pendekatan baru maupun kembali pada energi awal mereka. Tahun 2026 disebut sebagai momen ideal untuk menjawab penantian tersebut.

3. Childish Gambino
Donald Glover dikenal sebagai seniman multitalenta yang aktif di berbagai bidang. Melalui proyek musik Childish Gambino, ia menunjukkan hip-hop yang dapat eksperimental, politis, emosional, sekaligus relevan secara budaya. Rilisan musiknya kerap dipandang sebagai pernyataan artistik, bukan sekadar produk industri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Glover disebut lebih fokus pada film, televisi, serta kesehatan pribadinya. Namun justru karena itu, harapan akan karya musik barunya semakin besar. Jika Childish Gambino kembali pada 2026, banyak yang menilai ia berpotensi membawa sesuatu yang segar dan berani.

4. Adele
Adele dinilai tidak pernah benar-benar hilang, tetapi jarak antar albumnya kerap terasa panjang bagi pendengar. Setiap rilisan baru darinya sering menjadi peristiwa besar, bukan hanya karena kualitas vokal, melainkan juga karena kejujuran emosional yang dibawanya. Album 30 (2021) disebut sangat personal dan memunculkan rasa penasaran mengenai arah musiknya berikutnya.

Jika kembali pada 2026, Adele diperkirakan hadir dengan perspektif hidup yang berbeda lagi. Musiknya kerap berkembang seiring perjalanan hidupnya, yang membuat comeback-nya dipandang selalu relevan—bukan karena mengikuti tren, melainkan karena menghadirkan perasaan yang terasa nyata bagi banyak orang.

5. Frank Ocean
Frank Ocean sering diasosiasikan dengan sikap yang sulit ditebak. Sejak merilis Blonde dan Endless pada 2016, ia lebih sering hadir sebagai sosok misterius ketimbang musisi yang aktif merilis album baru. Ia sesekali muncul di panggung atau proyek kecil, namun tanpa kepastian mengenai rilisan berikutnya. Bagi penggemar, ketidakpastian itu bahkan dianggap sudah menjadi bagian dari pengalaman mengikuti karyanya.

Meski demikian, harapan disebut tidak pernah benar-benar padam. Frank Ocean dikenal perfeksionis dan hanya merilis karya saat merasa benar-benar siap. Jika 2026 menjadi tahun kembalinya ia ke dunia musik, hal itu diperkirakan bisa menjadi salah satu comeback yang paling berkesan dalam dekade ini, baik secara emosional maupun artistik.

Absennya kelima musisi tersebut menunjukkan besarnya dampak mereka terhadap industri musik dan pendengar. Comeback bukan semata soal album baru, melainkan juga tentang mengisi ruang yang selama ini terasa kosong bagi para penggemar yang menunggu.