Banjarbaru—Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) atas kerja keras dan gerak cepat dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak banjir.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizal Anwar, mengatakan upaya PLN membantu mempercepat penyaluran kembali listrik bagi masyarakat yang terdampak banjir. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian PLN yang menyalurkan bantuan sembako serta obat-obatan ke berbagai posko dan wilayah pusat bencana banjir di Kalsel.
Berdasarkan pantauan sistem kelistrikan hingga Sabtu (23/1) pukul 08.00 WITA, PLN berhasil menormalkan 1.453 gardu distribusi atau sekitar 89% dari total 1.629 gardu yang terdampak. Sebanyak 95.492 pelanggan dilaporkan sudah kembali menikmati pasokan listrik.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Sudirman, menyatakan PLN berkomitmen segera menyalurkan listrik ke wilayah terdampak setelah debit air turun dan gardu distribusi dinilai aman untuk dinyalakan. Menurutnya, sebanyak 701 personel telah diterjunkan untuk mendukung pemulihan dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat.
Selain pemulihan kelistrikan, PLN juga menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir. Bantuan berupa sembako—antara lain beras, gula, sarden, telur, minyak goreng, mi instan, dan air mineral—serta obat-obatan dan perlengkapan bayi disalurkan kepada masyarakat di Desa Pasayangan, Kabupaten Banjar.
Salah satu warga Desa Pasayangan, Muhammad Hamdani, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut banjir telah berlangsung beberapa hari dan ketinggian air saat itu mencapai sekitar 1,5 meter, sehingga bantuan dinilai bermanfaat bagi warga.
Hingga saat ini, PLN melaporkan total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 727.379.831 dan didistribusikan ke 46 titik posko di wilayah terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.