Sebuah acara yang digelar di LIM Tower, Kota Ho Chi Minh, menarik lebih dari 150 mahasiswa berprestasi dari jurusan Pemasaran dan Komunikasi Multimedia. Peserta berasal dari Universitas Keuangan–Pemasaran (UFM), Universitas Internasional Hong Bang (HIU), dan Universitas Hoa Sen (HSU).
Dalam kegiatan tersebut, Logitech menyoroti Seri MX yang diposisikan bukan sekadar rangkaian perangkat, melainkan ekosistem bagi para “Master”—figur yang berbagi pengalaman dan keahlian kepada komunitas. Setelah sebelumnya memperkenalkan sejumlah tokoh seperti TK Nguyen (CEO GAM Entertainment), DJ Bnuts (produser musik), Hai Vo (pendiri NUEN MOTO), Nguyen Kim Phong (Final Cut Lab), serta pakar AI Nguyen Hong Phuc, Logitech memperkenalkan “Master” berikutnya, Direktur Kreatif Henri Hubert.
Melalui lokakarya bertema “Pembuatan Film di Studio”, Henri Hubert membahas pentingnya konsep utama serta seni bercerita melalui warna dan bahasa tubuh. Ia menekankan bahwa keberhasilan video pendek bukan hasil improvisasi spontan, melainkan buah dari persiapan yang cermat—mulai dari pemahaman atas produk dan merek, pengaturan tempo penampilan, hingga penyisipan lapisan budaya yang lebih dalam.
Henri Hubert juga membagikan kisah di balik layar produksi video yang ia kerjakan bersama Logitech untuk kampanye peluncuran keyboard POP ICON KEYS. Dalam proyek itu, tim menggabungkan empat versi warna produk dengan konsep “Kebahagiaan” dalam semangat Vietnam. Pendekatan tersebut, menurut pemaparan di acara, diarahkan untuk mengubah produk dari sekadar perangkat teknologi menjadi alat emosional yang membangun koneksi dengan audiens muda.
Selain aspek visual, DJ Bnuts mendemonstrasikan peran musik sebagai “katalis” di lokasi pengambilan gambar. Ia menjelaskan bahwa pengaturan ritme musik dapat membantu model dan aktor lebih terhubung, sekaligus menciptakan energi yang selaras bagi seluruh tim produksi. “Musik sering dianggap sebagai tugas pasca-produksi, tetapi pada kenyataannya, itu adalah jiwa dari pra-produksi,” ujar Bnuts dalam sesi tersebut.
Salah satu bagian utama acara adalah kompetisi produksi video pendek dengan batas waktu ketat. Sebanyak 11 tim menghadapi tantangan untuk menyelesaikan produksi dalam 15 menit, termasuk pengambilan gambar di dua lokasi studio dan pasca-produksi, sebelum dinilai oleh Henri Hubert.
Studio yang digunakan juga ditata sebagai ruang kerja seniman, dengan menampilkan karya dan material kerja seniman Prancis Jérôme Peschard. Perpaduan seni tradisional, material industri, dan teknologi modern disebut membentuk lingkungan kerja khas yang mendorong kreativitas peserta.
Dalam proses produksi yang berpacu dengan waktu, perangkat dari lini MX—termasuk MX Master 4, MX Keys, dan keyboard mekanik MX—digunakan untuk membantu eksekusi pekerjaan. Panitia menyoroti pemanfaatan pintasan melalui Actions Ring di perangkat lunak Logi Option+, serta fitur seperti Smart Actions, yang memungkinkan tim menjalankan tugas pengeditan video yang kompleks dengan lebih lancar.

