Sebuah lomba menulis esai digelar secara daring pada 10 Maret hingga 10 Mei 2025 sebagai upaya mendorong kreativitas, minat literasi, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa. Kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki ruang untuk menuangkan gagasan secara orisinal melalui tulisan.
Panitia menjelaskan bahwa belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga melalui aktivitas pengembangan diri di luar pembelajaran formal. Penulisan esai dipilih karena dinilai memberi kebebasan kepada penulis untuk menyampaikan opini, argumen, atau gagasan pribadi terhadap topik tertentu.
Dalam penjelasan kegiatan, esai dipaparkan sebagai karangan prosa yang membahas persoalan dari sudut pandang penulis secara subjektif, namun tetap menekankan orisinalitas. Bentuk tulisan ini dibedakan dari karya tulis ilmiah atau jurnal karena lebih ringkas dan memberi keleluasaan dalam penyampaian pandangan.
Struktur esai yang digunakan meliputi judul, sampul buku dan identitas buku (jika berbentuk resensi), pendahuluan, isi, serta penutup. Melalui struktur tersebut, peserta diharapkan dapat mengasah kemampuan menyusun ide secara logis dan menarik.
Selain melatih keterampilan menulis, lomba ini juga ditujukan untuk membangun keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan. Panitia turut menekankan pentingnya melatih kepekaan terhadap karya orang lain dengan memberikan kritik dan saran yang membangun, sekaligus membiasakan peserta menghasilkan karya yang orisinal dan berkualitas sejak dini.
Pelaksanaan lomba dilakukan secara online dan bersifat fleksibel tanpa batasan waktu yang kaku selama periode kegiatan. Informasi dan media pelaksanaan lomba disampaikan melalui akun Instagram @9f_lomba.teks.essay serta tautan yang dibagikan panitia.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Firmawati Anwar, M.Pd sebagai penanggung jawab utama, dengan Yusriana, S.Pd sebagai koordinator mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ketua pelaksana dipercayakan kepada Kuntum Nazhifah, didampingi Farea Aqila Khaira sebagai wakil ketua. Susunan panitia juga mencakup Muyassarah Shafiyah Al Mubarokah sebagai sekretaris, Farsya Alfhati Carissa sebagai bendahara, serta Sherin Kirani sebagai anggota.
Untuk mendukung pelaksanaan, dana kegiatan dihimpun dari kontribusi lima panitia inti, masing-masing sebesar Rp200.000, sehingga total terkumpul Rp1.000.000. Dana tersebut disebut berasal dari beberapa sumber, yakni dakwah di masjid, tunjangan hari raya, dan melalui proposal.
Pengeluaran kegiatan mencakup hadiah juara pertama Rp250.000, juara kedua Rp200.000, dan juara ketiga Rp100.000. Selain itu, terdapat biaya fotokopi proposal Rp100.000 serta kebutuhan lain-lain Rp400.000. Total pengeluaran mencapai Rp1.100.000, sehingga tercatat kekurangan dana sebesar Rp100.000.