Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Pameran Karya Teknologi (PKT) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi karya inovatif mahasiswa semester tujuh. Pameran ini mengusung tema Where Imagination Meets Automation, yang dimaknai sebagai pertemuan imajinasi manusia tentang masa depan dengan otomasi untuk menghasilkan solusi nyata yang dapat bekerja secara mandiri bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, di GOR Kampus 2 UMS. Dalam pameran ini, panitia menampilkan 30 karya inovasi dari 30 kelompok mahasiswa Teknik Elektro. Karya-karya tersebut merupakan hasil kerja mahasiswa yang akan menempuh skripsi atau tugas akhir, dengan mayoritas berupa alat atau prototipe otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Kepala Program Studi Teknik Elektro UMS, Prof. Heru Supriyono, Ph.D., menjelaskan bahwa PKT tahun ini diikuti enam kelas, dengan masing-masing kelas terdiri dari lima kelompok. Setiap kelompok diminta merancang karya rekayasa teknologi elektro yang diarahkan untuk menjawab persoalan di masyarakat.
Menurut Heru, salah satu pembeda utama dalam pendekatan perancangan yang diterapkan adalah kewajiban pengujian di lingkungan nyata. “Hasil rancangan harus diuji coba di lingkungan sebenarnya untuk menentukan performance apakah hasil rancangannya sudah sesuai untuk menyelesaikan permasalahan secara riil atau belum, itulah yang membedakan capstone design dan perancangan biasa yang hanya membuat model saja,” ujarnya.
Salah satu karya yang dipamerkan datang dari Alfin Muhammad Nugroho melalui proyek berjudul Smart Lighting System berbasis IoT. Ia menyebut alat tersebut dibuat karena adanya persoalan penerangan yang kurang di beberapa titik di sekitar kawasan kampus. Sistem itu dirancang untuk menyala otomatis berdasarkan tingkat kegelapan, memanfaatkan energi panel surya, serta dapat dikendalikan melalui website dan dikembangkan dengan sensor atau pengendali lain.
Kelompok lain, yang diwakili Fityan Ilham, menampilkan karya monitoring baterai dan kontrol suhu untuk mengendalikan kondisi baterai. Ia menuturkan, sejumlah baterai jenis accu dan lithium dapat mengalami suhu berlebih hingga berujung kerusakan. Sistem yang dibuat kelompoknya dirancang untuk mendeteksi otomatis ketika suhu melewati batas, sekaligus memberikan sinyal atau notifikasi agar sistem pendingin menyala.
Penyelenggara juga mencatat antusiasme pengunjung pada PKT 2026 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pameran disaksikan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum.
Salah satu pengunjung, Fajar dari MAN 1 Sragen, datang bersama enam siswa dan mengaku terkesan dengan proyek yang dipamerkan. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberi inspirasi bagi siswa, terutama karena rombongan yang hadir berasal dari kelas tim riset. “Kegiatan ini sudah sangat baik dalam pelaksanaannya, kami hanya sedikit menyarankan kedepannya alat-alat yang dipamerkan bisa dikomersilkan dengan mencantumkan harga di setiap alat yang dipamerkan,” ucapnya.
Selain pameran karya, PKT 2026 juga memberikan penghargaan kepada kelompok yang memperoleh voting terbanyak dari pengunjung melalui sistem pemungutan suara yang disediakan panitia.

