BERITA TERKINI
Makna Hubungan Bahagia Menurut Sains: Bukan Sekadar Perasaan

Makna Hubungan Bahagia Menurut Sains: Bukan Sekadar Perasaan

Menjalin hubungan dengan seseorang merupakan komitmen penting dalam kehidupan. Di dalamnya, pasangan dapat berbagi cerita, perasaan, konflik, hingga tujuan hidup. Namun, pertanyaan yang kerap luput dipikirkan adalah apakah hubungan yang dijalani benar-benar bahagia, atau hanya tampak bahagia di permukaan.

Menurut laporan yang dikutip dari Time, sains memandang hubungan bahagia sebagai hubungan yang dijalani dengan kebiasaan-kebiasaan sehat, serta ditopang kemampuan kedua pihak untuk memperbaiki hubungan saat terjadi masalah. Artinya, kebahagiaan dalam relasi tidak semata bergantung pada emosi sesaat, melainkan pada praktik sehari-hari yang menjaga kualitas hubungan.

Dalam definisi tersebut, hubungan yang bahagia ditandai oleh adanya alasan yang membuat masing-masing orang terus kembali mencintai pasangannya. Pasangan juga perlu terus belajar mengungkapkan perasaan satu sama lain agar kedekatan dan keintiman tetap terbangun.

Penelitian dari Institut Gottman menyoroti bahwa hubungan yang mudah rusak dapat terjadi ketika kedua pihak sama-sama kesulitan melakukan hal-hal positif. Saat masalah muncul, mereka cenderung memilih diam dan tidak menyelesaikannya. Untuk mengatasinya, pasangan dianjurkan membangun kebiasaan saling mengapresiasi, sehingga masing-masing merasa dihargai.

Dalam hubungan yang bahagia, pasangan juga digambarkan saling memberi perhatian dan berupaya memahami satu sama lain. Ketika menghadapi persoalan, keduanya mampu mengelola stres dan emosi dengan lebih baik, serta berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang positif.

Meski hubungan yang bahagia dinilai lebih baik dibanding relasi yang tidak sehat, mempertahankannya tetap memerlukan upaya. Hubungan yang baik dapat terlihat dari apakah seseorang menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya ketika berada di dalam relasi tersebut.

Sejalan dengan itu, sains juga mengaitkan asmara dengan kualitas ikatan emosional. Hubungan yang positif dan memiliki ikatan emosional dinilai dapat mendorong relasi yang lebih sehat. Karena itu, membangun kebiasaan positif bersama pasangan dipandang sebagai langkah untuk menjaga hubungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.