Mason Nguyen memperkenalkan karya musik terbarunya kepada komunitas penggemar yang ia sebut “Shareholders”. Sebutan tersebut, menurut Mason, menggambarkan pandangannya bahwa penggemar bukan sekadar penonton pasif, melainkan sahabat yang ikut berkontribusi dalam perjalanan kariernya.
Video musik berjudul “Vi Vu” menjadi rilisan pertama Mason setelah “Anh Trai Say Hi”, kolaborasinya dengan CongB. Lagu ini hadir dengan nuansa ringan dan mudah didengarkan, sejalan dengan arah musik yang tengah ia kejar—menitikberatkan pada melodi, emosi yang kaya, serta upaya membangun koneksi yang lebih luas dengan pendengar umum.
Mason menyampaikan bahwa keputusan merilis “Vi Vu” tidak didorong oleh tekanan untuk segera menciptakan dampak setelah tampil dalam program besar. Ia menilai lagu tersebut sebagai hasil alami dari proses panjang berupa akumulasi pengalaman, pembelajaran, dan pengembangan yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Sebelum “Vi Vu”, Mason Nguyen telah merilis sejumlah karya yang disebutnya diterima baik oleh penonton, di antaranya “Hermosa”, “Ai Cung Nhu Ma”, dan “Van Chay”. Ia juga menyatakan “Vi Vu” baru menjadi awal dari rencana yang lebih ambisius pada 2026. Saat ini, Mason mengerjakan beberapa proyek musik baru serta memperluas kolaborasi dengan artis lain untuk memperkaya repertoar dan membangun karier yang lebih substansial.
Sementara itu, penyanyi Phuc Anh melanjutkan langkahnya setelah lebih dari setahun berkeliling dalam perjalanan bertajuk “54 Kelompok Etnis Vietnam”. Perjalanan tersebut, menurutnya, meninggalkan jejak bukan hanya melalui musik, tetapi juga lewat kisah-kisah tentang manusia, budaya, dan keragaman keindahan di berbagai wilayah Vietnam—mulai dari desa-desa terpencil di bagian paling utara Ha Giang hingga daerah-daerah yang kurang dikenal.
Baru-baru ini, Phuc Anh kembali menjadi perhatian lewat pemotretan di Ha Giang, wilayah yang disebut sebagai simbol keindahan megah sekaligus identitas budaya dataran tinggi. Momen itu juga ia manfaatkan untuk merefleksikan perjalanannya dan membagikan rencana 2026, ketika musik dan proyek komunitas disebut akan terus berjalan beriringan.
Phuc Anh mengatakan, setelah menjalankan proyek jangka panjang, ia membutuhkan waktu untuk merenung dan memperbaiki diri. Ia juga mengungkap telah memproduksi banyak konten untuk fase kedua “54 Kelompok Etnis Vietnam” dan menjanjikan berbagai kejutan.
“Rakyat Vietnam memiliki sejarah ribuan tahun, dengan banyak nilai-nilai tradisional yang indah yang perlu dilestarikan, dipelajari, dan dipromosikan. Kami berharap akan ada lebih banyak proyek yang mempromosikan nilai-nilai tradisional dan komunitas sehingga para lansia dapat menemukan ketenangan, dan generasi muda dapat dengan bangga mengikuti jejak mereka,” kata Phuc Anh.
Foto: Disediakan oleh narasumber.

