Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu siang waktu setempat. Megawati mendarat di Royal Terminal, King Khalid International Airport.
Setibanya di Riyadh, Megawati disambut Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Atase Pertahanan RI di Riyadh Brigjen TNI Eri Nasuhi, serta Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri Ahmad Basarah.
Megawati datang bersama putranya, M. Prananda Prabowo, dan istri Prananda, Nancy Prananda. Kunjungan tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan resmi yang telah disusun selama berada di Riyadh.
Di Riyadh, Megawati dijadwalkan menghadiri penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University Riyadh yang akan dilakukan pada esok hari. Dalam agenda itu, Megawati disebut akan menerima doktor kehormatan ke-11. Saat tiba, Megawati tampak mengenakan baju batik berwarna coklat.
Putri Megawati yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, disebut telah lebih dahulu tiba di Riyadh untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Megawati tercatat telah menerima 10 gelar doktor honoris causa, yakni dari Waseda University of Tokyo (29 September 2001, bidang politik), Moscow State Institute of International Relations/MGIMO (22 April 2003, bidang politik), Korea Maritime and Ocean University (19 Oktober 2015, bidang politik), Universitas Padjajaran/UNPAD (25 Oktober 2016, bidang politik dan pemerintahan), Universitas Negeri Padang/UNP (27 September 2017, bidang pendidikan politik), Mokpo National University (16 November 2017, bidang demokrasi ekonomi), Institut Pemerintahan Dalam Negeri/IPDN (8 Maret 2018, bidang politik dan pemerintahan), Fujian Normal University/FNU (5 November 2018, bidang diplomasi ekonomi), Soka University Japan (8 Januari 2020, bidang kemanusiaan), serta Universiti Tunku Abdul Rahman, Malaysia (2 Oktober 2023, bidang sosial).
Selain itu, Megawati juga tercatat menerima tiga gelar profesor kehormatan, masing-masing dari Universitas Pertahanan (11 Juni 2021, bidang ilmu kepemimpinan strategik), Seoul Institute of the Arts (11 Mei 2022, bidang ilmu kebijakan seni dan ekonomi kreatif), serta Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage, Samarkand, Uzbekistan (21 September 2024, bidang pariwisata berkelanjutan).

