Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bergerak cepat setelah koalisi pemerintah meraih kemenangan telak dalam pemilu parlemen. Sehari setelah pemungutan suara, Takaichi mulai memanfaatkan mayoritas dua pertiga yang diraih kubunya untuk mendorong agenda konservatif di sejumlah bidang, mulai dari keamanan, imigrasi, hingga kebijakan ekonomi dan sosial.
Dalam pemilu dini (snap election) yang digelar Minggu (8/2), Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi meraih 316 kursi, melampaui ambang mayoritas absolut 261 kursi di DPR Jepang yang beranggotakan 465 orang. Bersama mitra barunya, Japan Innovation Party (JIP), koalisi pemerintah menguasai total 352 kursi—capaian yang disebut sebagai yang terbaik bagi LDP sejak partai itu berdiri pada 1955.
“Kami tidak punya waktu untuk larut dalam euforia kemenangan,” kata Takaichi pada Senin (9/2), sebagaimana dilaporkan AP News. “Melalui pemilu ini, rakyat menunjukkan tekad mereka untuk ikut bersama saya menghadapi tantangan,” tambahnya.
Kemenangan tersebut memberi ruang politik lebih leluasa bagi Takaichi untuk menjalankan kebijakan strategis tanpa dibayangi pemilu hingga 2028. Sejumlah langkah awal yang disebutkan mencakup pengangkatan ulang kabinet, pembahasan anggaran yang sempat tertunda, serta pemungutan suara di parlemen pekan depan yang akan kembali mengukuhkannya sebagai perdana menteri.
Takaichi juga menegaskan dirinya siap mengambil keputusan sulit. “Saya tidak takut menghadapi tantangan dan tidak akan goyah. Saya akan mengambil keputusan dan menuntaskannya,” ujarnya.
Meski koalisi belum menguasai mayoritas di majelis tinggi, lonjakan kursi di majelis rendah dinilai memberi modal kuat bagi Takaichi untuk mendorong peningkatan belanja pertahanan dan kebijakan keamanan. Hal itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan China serta upaya menjaga hubungan strategis dengan Amerika Serikat.
Ke depan, Takaichi menyatakan akan tetap membuka dialog dengan oposisi, namun menegaskan agenda kebijakan akan dijalankan secara tegas. Popularitas personalnya—terutama di kalangan pemilih muda—disebut menjadi salah satu faktor kunci, meski LDP masih dibayangi skandal pendanaan dan isu keagamaan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan ucapan selamat, menyebut kemenangan Takaichi sebagai “landslide victory” dan memuji keputusannya menggelar pemilu dini sebagai langkah yang terbukti tepat.
Dalam agenda berikutnya, Takaichi berencana merevisi kebijakan pertahanan untuk memperkuat kemampuan militer ofensif Jepang, melonggarkan larangan ekspor senjata, serta mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap warga asing. Rencana itu mendapatkan dukungan dari kalangan konservatif, namun juga memicu kekhawatiran terkait hak sipil.

