Menjelang pergantian tahun, puncak suasana kerap terjadi pada detik-detik terakhir sebelum pukul 00.00. Di banyak tempat, orang menjalani ritual yang sama: menghitung mundur bersama. Momen sederhana ini sering memunculkan sensasi “klik”—seolah semua orang di sekitar terasa menyatu—dan tak jarang memicu merinding yang terasa menyenangkan.
Dalam sains, pengalaman tersebut dikenal sebagai social synchrony atau sinkroni sosial, yakni kondisi ketika orang bergerak atau bersuara dalam ritme yang sama. Fenomena ini dapat muncul saat berjoget di konser, baris-berbaris, hingga hitung mundur menjelang tahun baru.
Mengaburkan batas “aku” dan “kamu”
Sejumlah temuan neurosains menjelaskan bahwa saat manusia melakukan aktivitas serempak—misalnya meneriakkan angka hitung mundur dalam tempo yang sama—batas kognitif antara diri sendiri dan orang lain dapat menjadi kabur. Dalam situasi seperti ini, otak dikaitkan dengan pelepasan oksitosin, hormon yang sering diasosiasikan dengan ikatan sosial. Dampaknya, seseorang dapat merasa terhubung secara emosional, bahkan dengan orang yang baru ditemui.
Energi kebersamaan: “collective effervescence”
Selain pendekatan biologis, sosiologi juga memberi penjelasan. Emile Durkheim menyebut momen ketika sekelompok orang memusatkan perhatian pada hal yang sama pada waktu yang sama sebagai collective effervescence atau gelegak kolektif. Dalam konteks malam tahun baru, fokus bersama pada hitung mundur dapat memunculkan rasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Perasaan ini kerap membuat persoalan pribadi terasa mengecil sejenak, digantikan oleh energi kebersamaan yang kuat.
Peran dopamin dan rasa antisipasi
Hitung mundur juga bekerja lewat mekanisme antisipasi. Ketika orang mulai menghitung “10… 9…”, otak dikaitkan dengan produksi dopamin secara bertahap—zat kimia yang berperan dalam rasa puas dan penghargaan. Puncaknya disebut bukan semata pada angka “1”, melainkan pada jeda singkat setelahnya, sebelum semua orang berseru menyambut tahun baru. Di jeda itulah, sensasi emosional yang kuat dapat muncul.
Dengan kata lain, hitung mundur bersama bukan sekadar tradisi. Sinkroni suara dan ritme, energi kebersamaan, serta antisipasi yang terbangun dalam beberapa detik terakhir menjelang pergantian tahun dapat menciptakan pengalaman emosional yang khas: rasa terhubung, lega, dan merinding bahagia.

