BERITA TERKINI
Mengenal Quokka, Hewan yang Dijuluki Paling Bahagia di Dunia

Mengenal Quokka, Hewan yang Dijuluki Paling Bahagia di Dunia

Quokka kerap dijuluki sebagai hewan paling bahagia di dunia karena ekspresi wajahnya yang terlihat seperti tersenyum. Mengutip Perth Zoo, quokka merupakan salah satu spesies walabi paling kecil di Australia, dengan populasi terbanyak ditemukan di Pulau Rottnest, Australia.

Secara fisik, quokka memiliki bulu yang agak tebal dengan tekstur cukup kasar, berwarna cokelat atau abu-abu. Di sekitar wajah dan leher terdapat campuran warna merah yang tampak lebih cerah dibandingkan bagian bawah tubuhnya. Telinganya berukuran kecil dan berbentuk bulat. Moncongnya juga cenderung bulat dengan ujung hidung berwarna hitam. Berbeda dari sebagian walabi lain, ekor quokka tidak ditutupi bulu tebal.

Dari sisi perilaku, mengutip AZ Animals, quokka termasuk hewan nokturnal. Mereka dikenal ramah dan bersahabat serta hidup berkelompok. Pada siang hari, quokka lebih banyak beristirahat di bawah pepohonan. Ketika malam tiba, mereka mencari makanan dan beraktivitas melalui rerumputan agar tidak terlihat.

Siklus hidup quokka berlangsung dengan musim kawin yang umumnya terjadi antara Januari dan Maret. Quokka betina mengandung selama sekitar satu bulan. Setelah lahir, bayi quokka atau joey akan merangkak masuk ke dalam kantong perut induknya. Joey menyusu di dalam kantong tersebut selama kurang lebih enam bulan. Memasuki usia enam bulan, anak quokka mulai keluar dari kantong perut induknya untuk menjelajahi lingkungan sekitar.

Quokka merupakan herbivor atau pemakan tumbuhan. Makanan mereka antara lain rumput, dedaunan, dan buah-buahan. Meski umumnya mencari makan di tanah, quokka juga dapat memanjat pohon hingga ketinggian sekitar satu meter.

Populasi quokka disebut pernah berkembang luas di wilayah barat daya Australia sebelum kedatangan penjelajah dari Eropa. Namun, kedatangan orang Eropa turut membawa hewan peliharaan yang kemudian menjadi ancaman bagi quokka, seperti kucing, anjing, dan rubah. Sejak itu, populasi quokka menurun drastis. Penurunan juga dipengaruhi hilangnya habitat akibat berkembangnya permukiman manusia. Saat ini tercatat sekitar 20 ribu quokka yang tersisa.

Di Pulau Rottnest, populasi quokka menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan setiap tahun. Quokka dikenal ramah terhadap manusia. Namun, kebiasaan sebagian wisatawan yang memberi quokka biskuit dapat berdampak buruk karena membuat hewan tersebut sakit.