WASHINGTON D.C. – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di kantor Kementerian Luar Negeri AS, Kamis (19/2). Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas sejumlah agenda prioritas, mulai dari kerja sama perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, energi, hingga dinamika kawasan dan global. Pada bidang ekonomi, pembahasan mencakup upaya memperkuat hubungan perdagangan yang lebih seimbang dan saling menguntungkan, termasuk mendorong implementasi kesepakatan perdagangan resiprokal.
Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas arus perdagangan serta mendorong peningkatan investasi di sektor-sektor strategis, termasuk pertanian dan energi. “Kami ingin memastikan kemitraan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat semakin kuat, lebih seimbang, dan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara,” ujar Sugiono sebagaimana dikutip dari Kemlu.go.id.
Kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai situasi di Gaza, Palestina. Dalam konteks ini, Rubio menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace serta kontribusinya bagi upaya stabilisasi dan rekonstruksi Gaza.
Menanggapi hal tersebut, Sugiono menekankan pentingnya peran Board of Peace untuk memastikan perlindungan warga sipil dan terbukanya akses kemanusiaan di Gaza. Ia juga menegaskan bahwa setiap langkah stabilisasi perlu tetap mengarah pada terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Upaya stabilisasi harus menjadi bagian dari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara,” kata Sugiono.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat dialog strategis dan memperdalam kolaborasi lintas sektor. Indonesia dan Amerika Serikat juga sepakat menjaga komunikasi erat guna memastikan kemitraan bilateral tetap kokoh, adaptif, dan relevan di tengah dinamika kawasan dan global.
Di tempat terpisah, Sugiono menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian dalam kerangka International Stabilization Force (ISF). Dalam keterangannya kepada awak media di Washington D.C., Jumat (20/2), ia menyebut Indonesia berkomitmen mengirimkan hingga sekitar 8.000 personel sebagai bagian dari kontribusi menjaga stabilitas kawasan dan mendukung upaya kemanusiaan internasional.
“Kemarin juga kita sudah mendengarkan Bapak Presiden berbicara. Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan pasukan. Beliau sampaikan kemarin 8 ribu atau bahkan lebih karena berdasarkan dari rencana komprehensif yang dipaparkan oleh board of peace kemarin, akan ada beberapa region atau beberapa sektor yang secara bertahap nanti akan dilakukan upaya-upaya menjaga perdamaian dan partisipasi ISF ini sendiri,” ujar Sugiono.

