BERITA TERKINI
Merek Eat with Ms. Tuyet Rilis Video Musik Kolaborasi dengan Tuan Cry, Angkat Kisah Hidup Ibu Tuyet Diamond

Merek Eat with Ms. Tuyet Rilis Video Musik Kolaborasi dengan Tuan Cry, Angkat Kisah Hidup Ibu Tuyet Diamond

Merek camilan Eat with Ms. Tuyet merilis video musik berjudul “Bà Tuyết Hơi Non” yang menampilkan Ibu Tuyet Diamond sebagai tokoh utama, berkolaborasi dengan produser Tuan Cry. Video ini tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga mengangkat perjalanan hidup Ibu Tuyet—seorang perempuan di akhir usia 50-an yang dikenal publik lewat siaran langsung penjualan camilan dengan gaya sederhana dan apa adanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, batas antara promosi merek dan karya musik kian kabur. Di berbagai negara, banyak merek merilis video musik sinematik dengan menggandeng artis terkenal. Tren serupa turut menguat di Vietnam. Namun, alih-alih memilih figur hiburan yang sudah mapan, tim produksi “Bà Tuyết Hơi Non” menempatkan seorang petani yang hampir berusia 60 tahun sebagai pusat narasi.

Ibu Tuyet Diamond bukan penyanyi profesional dan tidak berasal dari industri hiburan. Ia dikenal karena cara berbicara yang tulus, energi positif, serta citra bersahaja saat berjualan melalui siaran langsung. Karakter yang mudah didekati ini membuat mereknya cepat menyita perhatian di TikTok. Setelah dirilis, video yang diunggah di platform tersebut dilaporkan meraih jutaan penonton, dengan daya tarik utama terletak pada sosok penjual camilan yang tampil sebagai pemeran utama, bukan artis profesional.

Dalam video musik itu, Ibu Tuyet mencoba rap untuk pertama kalinya. Ia berduet dengan Tuan Cry, produser yang dikenal lewat karya bergaya folk modern. Tim produksi menyebut pendekatan mereka bukan semata mengejar viralitas, melainkan menghadirkan perjalanan hidup Ibu Tuyet melalui bahasa musik.

Video dibuka dengan rangkaian adegan yang dekat dengan keseharian: sawah, pabrik, sesi penjualan siaran langsung, hingga sosok perempuan sederhana dengan suara yang telah akrab di media sosial. Di balik visual yang ceria, terselip kisah panjang tentang upaya melewati masa-masa sulit.

Salah satu adegan yang paling menonjol memperlihatkan Ibu Tuyet duduk dengan kaki yang dibalut gips. Detail ini merekonstruksi kecelakaan pada 2014 yang membuatnya kehilangan pekerjaan di sebuah perusahaan besar di Thai Nguyen, dan setelahnya keluarga menghadapi banyak kesulitan.

Titik balik terjadi pada 2022 ketika TikTok Shop berekspansi ke Vietnam. Dari rumah kecil di Thai Nguyen, Ibu Tuyet dan putranya mulai mencoba menjual camilan secara daring. Pesanan pertama dikemas manual dengan bantuan kerabat dan tetangga. Tanpa modal besar, lini produksi modern, atau tim pemasaran profesional, mereka membangun merek melalui siaran langsung dan ketulusan. Penonton mengingat “Makan Bersama Ibu Tuyet” bukan karena kampanye iklan, melainkan karena citra seorang perempuan petani yang mempertahankan gaya hidup sederhana.

Selain aktivitas bisnis, merek Eat with Mrs. Tuyet disebut terlibat dalam berbagai kegiatan amal dan dukungan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pada musim badai dan banjir 2025, perwakilan merek menyumbangkan lebih dari setengah miliar VND untuk membantu daerah yang terdampak.

Menurut pengumuman di acara peluncuran di Hanoi, judul “Mrs. Tuyet Hoi Non” diambil dari frasa yang selama ini melekat pada citra tokohnya di media sosial. Tim mengubah frasa tersebut menjadi pesan utama: terus belajar dan tidak takut memulai hal-hal baru.

“Yang terpenting adalah percaya bahwa kamu bisa melakukannya,” kata Ibu Tuyet dalam acara peluncuran. Ia menyebut, jika menyerah setelah kecelakaan, ia tidak akan menjalani perjalanan hidup seperti sekarang.

Tuan Cry menyatakan alasan ia menerima kolaborasi bukan karena potensi viral, melainkan karena unsur “Vietnam” yang kuat dari sosok Ibu Tuyet. Ia ingin menyatukan warna folk, rap modern, dan semangat kehidupan sehari-hari dalam satu ruang musik. “Selama proses pengerjaan, saya terinspirasi oleh sifat tulus dan energi positif Ibu Tuyet. Saya ingin memasukkan unsur-unsur khas Vietnam ke dalam musik untuk menceritakan kisahnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti salah satu adegan pengambilan gambar satu kali di pusat kebudayaan yang menuntut pergantian emosi secara cepat. Adegan tersebut, menurutnya, harus diulang berkali-kali karena Ibu Tuyet merasa gugup dan berada di bawah tekanan besar. Setelah melalui banyak pengambilan, kru akhirnya menyelesaikannya, dan momen itu disebut membuat pihak yang terlibat terharu.

Di usia ketika banyak orang mulai memikirkan pensiun, Ibu Tuyet justru menjajal bidang baru lewat musik. Penampilannya yang melakukan rap dan menari dalam “Bà Tuyết Hơi Non” menampilkan sosok perempuan akhir 50-an yang berani mencoba, sekaligus menegaskan pesan tentang keberanian berinovasi dan menghadapi tantangan.