BERITA TERKINI
Messi dan Inter Miami Kunjungi Gedung Putih, Trump Beri Pujian hingga Singgung Perang Iran

Messi dan Inter Miami Kunjungi Gedung Putih, Trump Beri Pujian hingga Singgung Perang Iran

Lionel Messi bersama seluruh anggota Inter Miami menghadiri undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis, 5 Maret waktu setempat. Kehadiran mereka disebut sebagai bagian dari tradisi dalam sepak bola Amerika Serikat.

Inter Miami datang setelah meraih gelar MLS Cup 2025 untuk pertama kalinya. Dalam laga final pada 7 Desember 2025 di Stadion Chase, Fort Lauderdale, Inter Miami mengalahkan Philadelphia Union 3-1. Messi juga menyabet penghargaan MVP MLS 2025 sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi dengan 29 gol.

Dalam agenda di Gedung Putih, Messi memasuki East Room bersama Trump dan salah satu pemilik Inter Miami, Jorge Mas. Trump menerima sejumlah hadiah dari Inter Miami, termasuk bola berwarna merah muda, jersey Inter Miami, serta jam tangan yang diserahkan oleh Mas dan pelatih kepala Javier Mascherano.

Dalam pidatonya, Trump menyampaikan pujian kepada Messi dan menyebut momen itu sebagai kali pertama sang pemain menginjakkan kaki di Gedung Putih. Dengan demikian, Trump menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang menyambut Messi di sana.

“Kami menghormati orang-orang yang benar-benar berbakat. Menjadi kehormatan bagi saya mengatakan hal yang belum pernah dikatakan Presiden Amerika Serikat sebelumnya: Selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,” kata Trump, dikutip dari ESPN.

Trump juga menyinggung bahwa salah satu anaknya menggemari Messi. “Anak saya adalah fans kamu (Messi). Dia berpikir kamu adalah orang yang hebat. Dia fans sepak bola, tapi sangat mengagumi kamu dan seorang pria bernama Ronaldo. Cristiano hebat, kamu juga hebat,” ujarnya.

Trump kemudian menilai tekanan yang dihadapi Messi tinggi karena selalu dituntut menang. “Leo, kamu datang dan kamu menang, dan itu adalah hal yang sangat sulit dilakukan, sangat, sangat tidak biasa dan sejujurnya ada banyak tekanan tertuju padamu daripada yang orang lain ketahui. Karena kamu selalu diharapkan untuk menang,” kata Trump.

Trump juga mengaku mengikuti sepak bola sejak era Pele, legenda Brasil yang debut di tim nasional pada 1957. Ia lalu melontarkan penilaian bahwa Messi mungkin lebih baik dibanding Pele. “Siapa yang lebih hebat, Messi atau Pele? Saya mulai mengikuti sepak bola di era Pele, tapi kamu (Messi) mungkin lebih baik dari Pele,” lanjutnya.

Meski acara berlangsung dengan latar perayaan prestasi Inter Miami, Trump turut menyinggung situasi perang di Timur Tengah dari sudut pandang pemerintah Amerika Serikat. Ia menyebut AS bersama Israel tengah berperang dengan Iran, serta menyampaikan klaim mengenai operasi militer yang sedang berjalan.

“Sebelum dimulai, saya akan menyampaikan beberapa hal terkait situasi terkini operasi militer di Iran. Militer Amerika Serikat bersama Israel yang luar biasa, terus menghancurkan musuh lebih cepat dari jadwal dan pada tingkat yang belum pernah dilihat sebelumnya,” ujar Trump.

Trump juga menyampaikan klaim lain terkait kemampuan pertahanan dan serangan. “Kami menghancurkan rudal Iran dan kemampuan drone Jerman dengan cara yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Kami bisa menghancurkan rudal mereka dalam empat menit setelah rudal mereka meluncur. Kami memiliki militer terbaik di dunia,” katanya.

Pernyataan mengenai perang tersebut disampaikan Trump dengan Messi dan para pemain Inter Miami berdiri di belakangnya. Messi dan rekan setimnya terlihat menyimak saat Trump melanjutkan pidato.