BERITA TERKINI
Najwa Nurul Aulia Gunakan Musik untuk Suarakan Pelestarian Budaya dan Identitas Muslimah

Najwa Nurul Aulia Gunakan Musik untuk Suarakan Pelestarian Budaya dan Identitas Muslimah

CIAMIS — Najwa Nurul Aulia menilai dunia seni tidak harus menjadi ruang yang bertentangan dengan prinsip seorang muslimah. Mahasiswi semester dua Program Studi Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi Bandung itu memilih musik sebagai medium untuk menyuarakan perubahan sekaligus menjaga identitasnya sebagai perempuan berhijab.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (1/6/2026), Najwa mengatakan dirinya ingin membuktikan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh hijab. Ia juga meyakini seni dan iman dapat berjalan beriringan.

Perempuan 19 tahun asal Kabupaten Ciamis ini bercerita ketertarikannya pada dunia ekspresi tumbuh sejak kecil. Anak pertama dari dua bersaudara yang akrab disapa Najwa itu awalnya menekuni bidang literasi sebelum semakin mendalami musik.

Pada 2018, ia disebut pernah mewakili Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional dalam Festival Lomba Literasi Nasional bidang menulis cerita pendek tingkat sekolah dasar. Seiring waktu, minat menulis tersebut berjalan berdampingan dengan ketertarikannya pada musik.

Memasuki masa remaja saat duduk di bangku SMP dan SMA, Najwa terus mengasah kemampuan vokal hingga dipercaya menjadi perwakilan sekolah pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori menyanyi solo. Pada 2024, ia meraih Juara 3 lomba Menyanyi Religi dalam event Gebyar Ramadan yang diselenggarakan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Di luar bidang seni, Najwa juga aktif dalam ruang representasi budaya daerah. Pada tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai Mojang Harapan 3 Kabupaten Ciamis. Berbagai capaian itu kemudian mengantarkannya meraih posisi 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026.

Melalui akun Instagram bernama najwanurulaulia_, Najwa membagikan pandangan dan aktivitasnya. Dari platform tersebut, ia menggagas gerakan advokasi bertajuk Harmony in Modesty, yang berangkat dari latar belakangnya sebagai pencinta musik.

Najwa menyampaikan keyakinannya bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk mengembangkan dan mengekspresikan potensi tanpa harus mengubah jati diri. Baginya, musik bukan semata sarana hiburan atau pelampiasan emosi, melainkan media untuk bersuara dan berkontribusi sebagai agen perubahan.

Ia juga melihat musik sebagai peluang memperluas kolaborasi sekaligus mendorong pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia yang dinilainya mulai memudar di kalangan remaja. Namun, ia mengakui masih ada tantangan, seperti stereotip negatif terhadap perempuan muslimah di dunia seni dan menurunnya minat generasi muda terhadap warisan budaya.

Melalui Harmony in Modesty, Najwa berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk kembali mencintai seni budaya, sekaligus mematahkan anggapan bahwa hijab membatasi ruang gerak perempuan untuk berprestasi. Ia menyebut advokasi itu ditujukan untuk mengurangi stereotip, membangun komunitas yang saling mendukung dan kreatif, serta memberi dampak jangka panjang bagi pelestarian budaya.

Saat ini, Najwa bersiap melanjutkan misinya ke tingkat nasional. Ia dijadwalkan mewakili Jawa Barat dalam ajang Pemilihan Putri Hijabfluencer Indonesia 2026. Menjelang kompetisi tersebut, ia berharap langkahnya tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga membawa pesan bahwa perempuan mampu menyatukan nilai, budaya, dan kreativitas untuk menginspirasi.

Najwa juga memohon doa dan dukungan dari pemerintah, orang tua, teman, serta masyarakat agar dapat membawa nama baik daerah, memperkenalkan nilai perempuan muslimah yang berbudaya, dan mengharumkan Tanah Pasundan di tingkat nasional.