BERITA TERKINI
Ngatimin Sulap Limbah Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi dari Batang

Ngatimin Sulap Limbah Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi dari Batang

BATANG—Ngatimin, pelaku ekonomi kreatif asal Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, menunjukkan kreativitasnya dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi karya seni bernilai estetika. Berbagai kerajinan yang ia hasilkan bahkan telah merambah pasar nasional.

Ngatimin menuturkan, ia telah menekuni kerajinan tangan tersebut sejak lama hingga produknya mampu diterima di pasar yang lebih luas. Bahan baku yang digunakan berasal dari limbah kayu, seperti akar, ranting, serta sisa material dari para pekerja tukang kayu.

Menurutnya, pemanfaatan limbah kayu memiliki kelebihan karena dapat mengurangi sampah sekaligus meminimalkan penggunaan bahan baru. Limbah tersebut kemudian dikreasikan menyesuaikan bentuk dan karakter material yang tersedia. “Kerajinan tangan ini diproduksi terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui pada Senin, 19 Januari 2026.

Berkat konsistensi berkarya, Ngatimin berkesempatan mengikuti pameran bersama pengukir lain dalam sejumlah ajang, mulai dari Batang Expo hingga Inacraft. Ia menyebut teknik tempel menjadi salah satu keunikan pada kerajinan yang dibuat dari jenis kayu bertekstur keras maupun lunak, termasuk kayu jati.

Ngatimin menghasilkan beragam bentuk ukiran, seperti hewan, tempel kayu, tumbuhan, hingga kaligrafi. Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp5 ribu sampai Rp1 juta, bergantung pada tingkat kesulitan pengerjaan.

Meski telah mengikuti pameran di sejumlah daerah, seperti Jakarta, Semarang, hingga Jawa Timur, Ngatimin mengakui masih ada kendala ketika membawa kerajinan ke luar kota. Dalam proses produksi, ia memanfaatkan bantuan mesin, namun tetap mengandalkan pengerjaan tangan untuk menjaga kesan estetis pada hasil akhir.