BERITA TERKINI
Nguyen Sy Tuan Meramu Musik dari Detail Kehidupan Sehari-hari dan Tradisi

Nguyen Sy Tuan Meramu Musik dari Detail Kehidupan Sehari-hari dan Tradisi

Komposer Nguyen Sy Tuan, yang juga dikenal sebagai Tuan Cry, menuturkan bahwa sejak awal berkarier ia kerap menulis lagu dengan lirik sederhana dan humoris, mengambil tema-tema yang dekat dengan keseharian. Menurutnya, detail kehidupan sehari-hari secara alami selalu terjalin dalam karya-karyanya, dengan porsi yang berbeda-beda.

Salah satu contoh yang ia sebut adalah lagu “Bac Bling”, yang kemudian dikenal luas oleh pendengar. Dalam lagu itu, Nguyen Sy Tuan memasukkan materi kehidupan melalui lirik yang memunculkan asosiasi dengan kepercayaan dan festival tradisional, serta menggambarkan suasana pasar pedesaan, desa kerajinan, dan masyarakat di wilayah Kinh Bac. Unsur tersebut dipadukan dengan bunyi alat musik tradisional seperti kecapi bulan, seruling, biola dua senar, dan drum, yang disatukan dengan latar musik modern.

Nguyen Sy Tuan lahir dan besar di pedesaan Provinsi Bac Ninh. Ia mengatakan sebelum mengembangkan kemampuan artistiknya, ia menjalani kehidupan yang sederhana dan sempat bekerja di berbagai pekerjaan untuk mengejar minatnya. Pengalaman itu, menurutnya, membuat kesederhanaan keseharian seakan melekat dalam musik yang ia ciptakan. Ia meyakini hal-hal yang tulus, biasa, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari lebih mudah dihubungkan, dibagikan, dan diterima oleh banyak orang. Karena itu, ia mulai serius menjadikan kedekatan dengan kehidupan sehari-hari sebagai salah satu elemen penting dalam komposisinya agar pendengar dapat mengenali ciri musiknya.

Dalam proyek yang lebih baru, ia menggarap video musik “Rock, Paper, Scissors” atau “Batu Kertas Gunting”, sebuah karya bersama penyanyi cilik Nguyen Ngoc Kim Cuong yang membawa permainan rakyat tradisional ke dalam musik. Ia menyebut kisah permainan itu sangat mudah dipahami, dan ia ingin membuatnya terasa lebih dekat, hidup, serta menyenangkan bagi anak-anak masa kini.

Namun, ia juga mengakui memiliki kekhawatiran: modernisasi yang berlebihan bisa membuat pesan asli memudar dan karya hanya menjadi tampilan yang mencolok. Karena itu, sebelum memulai proyek tersebut ia menghabiskan waktu untuk meneliti akar permainan tradisional, emosi yang ditimbulkannya, serta bagaimana anak-anak masa kini ingin mengalaminya. Setelah merasa memahami aspek-aspek itu, barulah ia mulai menyusun karya.

Nguyen Sy Tuan juga menyoroti tantangan lain dalam proses produksinya, yakni melibatkan orang-orang biasa sebagai figuran dalam video musik. Ia mencontohkan beberapa karya seperti “Bac Bling”, “Dieu Cay”, dan “Ba Tuyet Hoi Non”, yang menampilkan cerita tentang adat istiadat, makanan, kehidupan kerja, serta sosok-sosok sehari-hari dengan aspirasi dan kemauan yang ia sebut mulia. Kebutuhan figuran yang banyak membuatnya sering harus mendorong para perempuan, laki-laki, dan anak-anak yang tidak terbiasa bernyanyi atau berakting agar tampil alami, percaya diri, dan bersedia menjalani pengambilan gambar berulang demi hasil terbaik.

Setelah melakukan banyak eksperimen, Nguyen Sy Tuan mengatakan ia telah menyaring sejumlah “formula” dalam berkarya. Ia tidak memastikan apakah itu menjadi formula kesuksesan, tetapi ia percaya pendekatan tersebut dapat membangun resonansi emosional dengan penonton.

Dalam karya-karya yang menggabungkan unsur budaya rakyat dan musik modern, ia mengaku memilih aspek kehidupan yang paling akrab, sederhana, dan bermakna secara budaya untuk dimasukkan ke dalam lagu. Dari sisi lirik, ia memprioritaskan kata-kata yang mudah diakses dan dipahami, sekaligus menyisipkan unsur lagu rakyat, peribahasa, atau frasa yang bermakna metaforis, sugestif, maupun berbasis bunyi sebagai penekanan.

Dari segi musikal, ia menegaskan bunyi instrumen tradisional Vietnam—seperti seruling, biola dua senar, dan kecapi bulan—serta suara-suara dari kehidupan sehari-hari tetap meresap dalam aransemen. Ia menyebut pengaruh Quan Ho dan Cheo sebagai melodi yang sudah akrab sejak kecil dan tertanam kuat dalam pemahamannya. Selain itu, ia juga meneliti dan bereksperimen dengan Don Ca Tai Tu, Cai Luong, serta musik istana Hue untuk memperkaya warna bunyi lagu-lagunya.

Untuk membuat lagu lebih mudah diterima kalangan muda dan meningkatkan popularitas di platform media sosial, ia mengatakan sebagian karya akan dibuat dengan ritme cepat dan ceria, disertai gerakan tari yang lincah.

Secara visual, Nguyen Sy Tuan menyebut adegan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan di desa-desa Vietnam—mulai dari sawah, dusun, hingga landmark sejarah dan budaya, serta sosok petani yang jujur dan sederhana—akan lebih sering muncul dalam video musiknya. Ia menilai unsur-unsur tersebut dapat membentuk produk musik yang khas Vietnam namun tetap modern, sekaligus menghormati dan melestarikan budaya serta menyampaikan energi positif.