BERITA TERKINI
Northsea Soroti Perubahan Skena Alternatif Rock di Era Musik Digital

Northsea Soroti Perubahan Skena Alternatif Rock di Era Musik Digital

Perkembangan musik alternatif rock di era digital menjadi bahasan dalam program Musicpreneur Pro 2 RRI Pontianak, Jumat, 16 Januari 2026. Penyiar Dipa Revanda menghadirkan gitaris sekaligus personel band Northsea, Sinyoe, untuk membicarakan perjalanan bermusik serta dinamika skena alternatif saat ini.

Sinyoe menuturkan ketertarikannya pada musik mulai tumbuh sejak duduk di sekolah dasar. Lingkungan keluarga, terutama sang kakak yang aktif bermain band, membuatnya akrab dengan kaset-kaset rock sejak kecil.

Pengalaman tampil di panggung mulai ia rasakan melalui festival pelajar saat bersekolah di SMA 7 Pontianak. Ia menyebut ajang seperti Bintang Pelajar pada masa itu menjadi ruang bergengsi bagi band sekolah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan publik.

“Zaman 2007–2008 itu festival pelajar lagi ramai sekali. Kita benar-benar pengin show off di depan sekolah. Itu gengsi banget waktu itu,” ujar Sinyoe.

Ia juga mengungkapkan minatnya pada gitar mulai diasah lebih serius sejak SMP. Sejumlah gitaris dunia, termasuk Paul Gilbert, disebutnya menjadi inspirasi dalam membentuk referensi permainan rock dan alternatif.

Sinyoe menilai masuknya era digital membawa perubahan besar dalam cara musisi berkarya dan merilis musik. Jika sebelumnya band lazim merilis album penuh dalam format kaset atau CD, kini pola tersebut banyak bergeser ke perilisan single secara bertahap.

“Sekarang orang lebih banyak keluarin single dulu. Kalau dulu album. Tapi dulu itu nikmatnya kita bisa baca lirik, lihat artwork, sampai thanks to di dalam kaset,” katanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi turut mempermudah proses produksi. Rekaman tidak lagi bergantung pada studio besar karena dapat dilakukan secara mandiri dari rumah. Media sosial juga disebut menjadi bagian penting dalam promosi karya.

Northsea, kata Sinyoe, termasuk band lokal yang aktif memanfaatkan platform digital, baik melalui konten maupun penjualan merchandise yang mendapat respons publik. Ia menilai tantangan musisi saat ini tidak hanya membuat lagu yang baik, tetapi juga memastikan karya tersebut dapat menjangkau pendengar di ruang digital.

“Sekarang tantangan musisi bukan cuma bikin lagu bagus, juga gimana lagu itu bisa hidup di media sosial. Jadi, harus produktif dan kreatif,” ujar Sinyoe.

Di akhir perbincangan, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam band agar tetap bertahan di tengah perubahan tren. Menurutnya, menurunkan ego dan menyepakati tujuan bersama menjadi kunci agar sebuah band tidak mudah bubar.

“Tipsnya sederhana, nurunin ego masing-masing dan tahu tujuan band mau ke mana. Kalau enggak, band gampang bubar,” katanya.