BERITA TERKINI
OJK, BEI, dan KSEI Gelar Pertemuan Daring dengan MSCI pada 11 Februari 2026, Bahas Progres Proposal Perbaikan Pasar

OJK, BEI, dan KSEI Gelar Pertemuan Daring dengan MSCI pada 11 Februari 2026, Bahas Progres Proposal Perbaikan Pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dijadwalkan kembali bertemu dengan MSCI pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan yang dilakukan secara daring ini akan membahas agenda perbaikan kinerja pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan, pada pertemuan pertama dengan MSCI yang berlangsung 6 Februari 2026, terdapat tiga aspek proposal yang telah disampaikan. Aspek pertama adalah rincian atau detail klasifikasi investor.

Aspek kedua menyangkut penyampaian informasi publik tentang pemegang saham, yang direncanakan dilakukan untuk kepemilikan di atas 1% pada setiap emiten. Sementara aspek ketiga terkait rencana dan proposal kenaikan batas minimum free float, dari saat ini 7,5% untuk didorong menjadi 15%.

Hasan mengatakan, OJK dan self-regulatory organization (SRO) telah membentuk tim khusus di level teknis, termasuk di sisi MSCI. Ia juga menyebut telah ada rangkaian komunikasi lanjutan untuk mendukung diskusi dan pertemuan di level teknis tersebut.

Menurut Hasan, pendekatan yang ditempuh kali ini adalah mendorong SRO agar tidak bersikap reaktif, melainkan proaktif dalam membangun komunikasi intensif dengan MSCI. Ia menekankan komunikasi tidak hanya pada tataran kebijakan, tetapi juga di level teknis agar penyesuaian dapat dilakukan lebih awal sepanjang data dan kapasitas memungkinkan, tanpa menunggu munculnya keputusan yang mengejutkan.

Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan, pertemuan pada Rabu akan menitikberatkan pada progres pengerjaan proposal yang telah disampaikan pada 6 Februari. Selain itu, SRO juga ingin memperoleh masukan apakah proposal tersebut sudah sesuai dengan metodologi MSCI atau masih ada aspek teknis yang perlu disesuaikan.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat memastikan pihaknya akan hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut pembahasan akan berfokus pada kesesuaian proposal SRO dengan metodologi yang digunakan MSCI.