BERITA TERKINI
Olimpiade Sastra FIB UGM Himpun 1.107 Karya, Umumkan 15 Pemenang

Olimpiade Sastra FIB UGM Himpun 1.107 Karya, Umumkan 15 Pemenang

YOGYAKARTA — Olimpiade Sastra yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menghimpun sedikitnya 1.107 karya sastra. Karya yang masuk terdiri atas 700 puisi, 288 cerpen, 67 fotografi, 27 kritik sastra, serta 25 film pendek.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam Malam Anugerah Seni dan Sastra di Gedung Poerbatjaraka FIB UGM, Kamis malam (13/11). Dalam kesempatan tersebut, panitia menetapkan 15 orang sebagai pemenang dan memberikan penghargaan.

Ketua Panitia Olimpiade Sastra, Wulan Tri Astuti, S.S., menyampaikan pengumpulan karya berlangsung sekitar dua bulan, yakni pada Agustus dan September. Ia menyebut jumlah peserta yang mengirimkan karya meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. “Pesertanya tujuh kali lipat dari jumlah peserta tahun sebelumnya,” kata Wulan.

Menurut panitia, peserta didominasi civitas akademika dan alumni UGM. Namun kegiatan ini juga diikuti masyarakat umum, siswa Sekolah Menengah Atas, hingga seniman dan sastrawan ternama.

Wulan menjelaskan, proses seleksi dan penilaian melibatkan dua juri utama dan satu juri pendamping di setiap kategori. Untuk menjaga objektivitas, juri utama tidak diperkenankan mengetahui identitas pemilik karya.

Salah satu pemenang, Mustofa W. Hasyim, meraih juara pertama lomba puisi. Ia mengaku senang dan bangga dapat memenangkan penghargaan tersebut. Puisinya berjudul “Pada Merapi dan Laut Selatan”. Menurut Mustofa, awalnya ia hanya berniat berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan. “Niatnya saya hanya ingin meramaikan saja tapi malah menang,” katanya.

Wulan menyampaikan Anugerah Seni dan Sastra diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan sastra Indonesia. Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menegaskan kembali bahwa seni dan sastra merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. “Kami ingin menumbuhkan kepedulian pada seni dan sastra di kalangan anak muda,” ujar Wulan.