Olivia Rodrigo merilis video musik untuk lagu “The Book of Love” dengan pendekatan yang tidak lazim. Alih-alih memakai produksi video musik konvensional, proyek ini melibatkan anak-anak yang hidup di wilayah konflik untuk merekam keseharian mereka sendiri menggunakan kamera sederhana.
Menurut laporan Billboard dan sejumlah media lain, video tersebut menjadi bagian dari album amal HELP(2) yang dirilis War Child UK. Anak-anak dari Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman merekam berbagai aktivitas, mulai dari bermain bersama teman hingga berjalan di lingkungan yang rusak akibat perang, semuanya dari sudut pandang mereka.
Video berdurasi sekitar empat menit itu disutradarai Billy Boyd Cope dengan arahan kreatif dari sineas pemenang Oscar, Jonathan Glazer. Glazer menyebut tim produksi tidak memberikan arahan khusus kepada anak-anak, selain meminta mereka menggunakan kamera dengan cara apa pun yang mereka inginkan. Pendekatan ini, menurutnya, memungkinkan rekaman yang lebih natural.
Hasilnya menampilkan kontras antara kehancuran dan keceriaan masa kanak-kanak. Sejumlah klip memperlihatkan anak-anak berlari di jalanan penuh puing, bermain di ruang terbuka, hingga berkumpul di sekitar bangunan yang rusak. Tawa dan percakapan mereka sesekali terdengar di sela aransemen lembut yang dinyanyikan Rodrigo, dengan iringan seksi string yang memberi nuansa melankolis sepanjang video.
“The Book of Love” merupakan lagu milik band indie The Magnetic Fields yang pertama kali dirilis pada 1999. Rodrigo merekam ulang lagu tersebut untuk kompilasi HELP(2), sekuel dari album amal Help (1995). Produser James Ford mengatakan proses rekaman dilakukan secara langsung di studio bersama orkestra string, yang membuat vokal Rodrigo terdengar lebih hangat dan intim.
Album HELP(2) juga melibatkan musisi lain, di antaranya Arctic Monkeys, Oasis, Wet Leg, Depeche Mode, Beabadoobee, Arlo Parks, Arooj Aftab, dan Damon Albarn. Seluruh hasil dari penjualan, streaming, dan merchandise album ini akan disalurkan untuk program bantuan War Child UK yang berfokus pada pendidikan darurat, dukungan kesehatan mental, serta perlindungan bagi anak-anak terdampak konflik.
War Child UK, sebagaimana dikutip dalam berbagai sumber, menyebut lebih dari 100 juta anak di dunia saat ini hidup di wilayah yang terdampak perang atau krisis kemanusiaan. Kondisi tersebut membuat banyak anak kehilangan akses pendidikan, mengalami kekurangan gizi, hingga menghadapi trauma berkepanjangan. Melalui video ini, realitas itu ditampilkan langsung dari perspektif anak-anak yang mengalaminya.
Rodrigo sebelumnya juga beberapa kali menyuarakan dukungan terhadap isu kemanusiaan, termasuk situasi di Gaza. Dalam unggahan Instagram pada Juli 2025, ia menuliskan bahwa kehancuran yang menimpa warga sipil, terutama anak-anak, merupakan tragedi yang tidak dapat diterima.
Dalam promosi album melalui Instagram Story, Rodrigo menulis bahwa setiap streaming dan pembelian HELP(2) akan membantu War Child UK mendukung anak-anak yang hidup di tengah situasi sulit. Ia juga menyebut merasa terhormat bisa menjadi bagian dari proyek amal tersebut.
Proyek HELP(2) melanjutkan misi War Child yang telah berjalan lebih dari tiga dekade. Album Help pada 1995 sebelumnya melibatkan nama-nama besar seperti Paul McCartney, Sinéad O'Connor, Oasis, dan Radiohead, serta disebut berhasil menggalang dana jutaan dolar untuk membantu anak-anak terdampak perang Bosnia pada 1990-an.

