Sailun Group, produsen ban asal Tiongkok, meresmikan fasilitas manufaktur ban di Indonesia. Kehadiran perusahaan ini sebelumnya diperkenalkan kepada publik melalui ajang GIIAS 2025 dengan membawa merek Sailun, RoadX, dan Blackhawk yang menyasar segmen kendaraan penumpang, truk, hingga bus.
Pabrik yang mulai beroperasi sejak Mei tahun lalu itu ditargetkan memasuki fase produksi penuh pada tahun ini, dengan kapasitas hingga 3 juta ban per tahun. Fasilitas tersebut dioperasikan oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia dan berlokasi di kawasan JIPS (Jatengland Industrial Park Sayung), Demak, Jawa Tengah.
Total nilai investasi pabrik ini disebut mencapai USD 251,44 juta atau sekitar Rp4 triliun. Fasilitas tersebut dirancang memproduksi beragam jenis ban, mulai dari ban mobil penumpang (PCR), ban bus dan truk (TBR), hingga ban alat berat (OTR) yang memiliki merek khusus, Maxam.
Vice President of Manufacturing Center Sailun Group, Gao Liting, menjelaskan pabrik Sailun di Indonesia merupakan fasilitas produksi multi-produk yang mencakup ban radial truk (TBR), ban radial mobil penumpang (PCR), ban khusus (OTR), ban dalam, dan flap. Ia menyebut kapasitas tahunan pabrik dirancang untuk memproduksi 3 juta ban mobil penumpang, 600 ribu ban truk, serta 37 ribu ton ban off-the-road guna memenuhi kebutuhan kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga alat berat.
Selain membangun basis produksi, Sailun Group juga menyiapkan dukungan riset dan pengembangan (R&D), penjualan, hingga layanan purnajual. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut sebagai strategi terintegrasi untuk membentuk ekosistem bisnis lokal yang dapat beroperasi secara mandiri.
General Manager Asia Region & PT Sailun Tire Indonesia, Cao Guo Qiang, mengatakan implementasi strategi terintegrasi di Indonesia dilakukan dengan mengakar kuatkan sumber daya global Sailun ke pasar lokal, agar berkembang menjadi ekosistem yang digerakkan kebutuhan lokal dan menciptakan nilai bagi pengguna di Indonesia.
PT Sailun Tire Indonesia juga menyatakan akan membangun sistem distribusi yang terstruktur dengan dukungan jaringan mitra lokal, untuk memastikan ketersediaan produk, efisiensi pengiriman, serta layanan purnajual di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, menyebut beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia ditujukan untuk membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mencakup PCR, TBR, OTR, hingga tube dan flap. Ia menambahkan, langkah ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi, tetapi juga upaya meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra.

