BERITA TERKINI
Pameran Tunggal “Walking in Grace”, Chune Tampilkan 23 Lukisan Bertema Syukur dan Kegembiraan

Pameran Tunggal “Walking in Grace”, Chune Tampilkan 23 Lukisan Bertema Syukur dan Kegembiraan

Pelukis asal Banyumas, Chune Ebeg Mayong, menggelar pameran lukisan tunggal bertajuk Walking in Grace di Heterospace pada 16–18 Januari 2026. Dalam pameran ini, Chune menampilkan 23 lukisan serta puluhan karya celengan yang seluruhnya merupakan hasil karyanya sendiri.

Chune menyampaikan, seluruh lukisan yang dipamerkan dikerjakan selama hampir dua bulan dengan teknik ekspresif impasto. Berbeda dari pameran sebelumnya yang banyak mengangkat budaya lokal, kali ini ia memilih tema ungkapan rasa syukur dan kegembiraan.

“Tema kali ini tentang bersyukur dan kegembiraan. Ada bunga, pemandangan alam, penari lengger, karena kita orang Banyumas tidak bisa lepas dari lengger. Saya ingin orang yang datang melihat lukisan ini merasa gembira,” kata Chune.

Selain pameran lukisan, rangkaian acara Walking in Grace juga diisi pertunjukan seni. Pada hari pembukaan, acara menampilkan tari cilik dari Yogyakarta serta pertunjukan wayang kerupuk oleh Dalang Ki Kusno dari Purbalingga.

Memasuki hari kedua, komunitas budaya Tosan Aji Keris Banyumas turut hadir meramaikan area pameran. Sementara pada hari penutupan, Chune berencana menggelar juguran seni, yakni forum diskusi antar seniman untuk membahas arah dan masa depan seni rupa di Banyumas.

Chune menilai antusiasme pengunjung cukup tinggi. Dalam dua hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung disebut mencapai sekitar 270 orang. Pada hari pertama pameran, lima lukisan terjual dengan rentang harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per karya.

“Ini rekor buat saya. Biasanya pameran tiga hari paling laku satu lukisan, ini sehari langsung lima,” ujarnya.

Melalui pameran ini, Chune berharap para seniman Banyumas kembali bangkit dan percaya diri menunjukkan eksistensi. Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah agar seni rupa dapat menjadi bagian dari destinasi wisata Banyumas.