Upacara pembukaan pameran untuk memperingati 10 tahun wafatnya musisi Thanh Tung digelar pada sore 25 Mei di Gedung Pameran, 16 Ngo Quyen, Hanoi. Pameran bertajuk “Warisan Cinta” ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh keluarga mendiang dan dibuka untuk umum secara gratis.
Berlangsung dari 25 Mei hingga 8 Juni, pameran tersebut menghadirkan ruang untuk merawat ingatan, musik, dan semangat Thanh Tung, yang dikenal sebagai salah satu musisi berpengaruh dalam sejarah musik modern Vietnam. Keluarga menyatakan proyek ini digagas untuk melestarikan serta menyebarkan nilai-nilai spiritual yang ditinggalkan karya-karya Thanh Tung kepada banyak generasi pendengar.
Untuk pertama kalinya, publik dapat melihat koleksi arsip yang luas, termasuk partitur tulisan tangan, foto-foto pribadi, rekaman musik langka, serta lukisan karya Thanh Tung. Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah foto-foto yang diambil pada hari-hari terakhir kehidupannya.
Thanh Tung meninggal dunia pada 15 Maret 2016 dalam usia 68 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Thien Duc, Provinsi Phu Tho, di samping istrinya. Menurut keluarganya, ia sempat menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa, menikah, serta kelahiran cucu-cucunya.
Di sela pameran, Bach Duong, putri bungsu Thanh Tung, menyampaikan bahwa keluarga menilai mendiang sebagai sosok yang penuh kasih terhadap istri, anak-anak, dan kerabat, serta dikenal murah hati kepada teman dan kolega. Ia mengatakan nilai kemanusiaan itulah yang ingin dihadirkan dalam proyek “Warisan Cinta”, terutama untuk generasi muda.
Ibu Bach Duong menggambarkan kehidupan Thanh Tung sebagai perjalanan yang penuh suka dan duka. Ia menyebut sang musisi mengalami stroke pada usia 60 tahun, yang membuatnya lumpuh pada satu sisi tubuh dan kemampuan bicaranya terbatas, sehingga pada tahun-tahun terakhir ia tidak banyak bercerita. Meski demikian, keluarga merasa ia masih memiliki waktu delapan tahun setelah mengalami kemunduran kesehatan besar, termasuk untuk menyaksikan pernikahan anak-anaknya dan kelahiran hampir semua cucunya.
Bach Duong juga menuturkan bahwa kehidupan ayahnya penuh kontradiksi. Ia menggambarkannya sebagai sosok yang memiliki sisi “playboy” namun juga tertutup, penakluk perempuan tetapi setia, serta mencintai anak-anaknya tanpa syarat dan rela mengorbankan kebahagiaan pribadi untuk mereka.
Selama lebih dari setengah abad berkarya, Thanh Tung menulis banyak lagu yang kemudian menjadi bagian dari ingatan kolektif publik, di antaranya “Sendirian”, “Bunga Ungu di Halaman”, “Bernyanyi dengan Jangkrik Kecil”, “Setetes Sinar Matahari di Ambang Pintu”, “Pernyataan Cinta Musim Semi”, dan “Bintang Kesepian”. Karya-karyanya, menurut keterangan pameran, tidak hanya hidup di panggung atau rekaman populer, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang keseharian pendengarnya.
Pameran “Warisan Cinta” menampilkan lebih dari 100 gambar, dokumen, partitur tulisan tangan, serta artefak yang disebut belum pernah dipublikasikan dari arsip pribadi keluarga. Materi langka lain turut dipamerkan, termasuk yang dikirim oleh teman, seniman, kolektor, dan penggemar Thanh Tung dari dalam maupun luar negeri.
Ruang pamer dirancang sebagai perjalanan menelusuri kehidupan artistik Thanh Tung, mulai dari masa studi di Konservatorium Pyongyang, aktivitas musik setelah kembali ke negaranya, hingga periode ketika ia menjadi salah satu musisi populer paling berpengaruh dari 1980-an sampai 2000-an.
Pengunjung juga ditawari pengalaman audio-visual dari materi musik beberapa dekade lalu, seperti kaset, piringan hitam, CD, rekaman audio, dan cakram film yang terkait dengan keterlibatan Thanh Tung dalam penggarapan musik film, di antaranya “The Upside Down Card Game” dan “The Land of the Rock”. Selain itu, puluhan karya representatif dari 1970-an hingga 1990-an telah didigitalisasi sehingga dapat didengarkan langsung melalui headphone pribadi di area pameran.
Keluarga menyebut pameran ini tidak hanya menjadi ruang pajang, tetapi juga tempat publik mendengarkan, merasakan, dan berdialog dengan nilai-nilai yang diusung musik Thanh Tung, seperti cinta, kebaikan, kasih sayang, serta keinginan untuk menghubungkan orang-orang.
Melalui pameran tersebut, keluarga juga memperkenalkan Yayasan Thanh Tung, proyek jangka panjang yang bertujuan melestarikan, mengarsipkan, menjaga, dan mengembangkan warisan musik serta semangat kemanusiaan yang ditinggalkan mendiang. Pameran “Warisan Cinta” sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan mengenang satu dekade kepergian Thanh Tung.
Seusai pameran, akan digelar program musik jalanan bertajuk “Legacy of Love” pada 29 Mei 2026 di area pejalan kaki Danau Hoan Kiem. Rangkaian peringatan dijadwalkan ditutup dengan konser “Thanh Tung - Legacy of Love” pada 28 Juni 2026 di National Convention Center, dengan penampilan sejumlah artis dan orkestra simfoni berskala besar sebagai penghormatan bagi warisan musik Thanh Tung.