Esai menjadi salah satu syarat pendaftaran Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2020. Untuk pendaftar program sarjana, esai yang diminta bertema atau berjudul “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia.”
Dalam ketentuan penulisan, esai ditulis menggunakan bahasa Indonesia sepanjang 3–5 halaman pada kertas A4. Format pengetikan menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,5.
Secara istilah, kata “essay” berasal dari bahasa Perancis yang berarti mencoba atau berusaha. Esai dipahami sebagai tulisan yang memuat opini penulis terhadap subjek tertentu yang dinilainya, dengan mengembangkan sekumpulan ide yang saling berkaitan menjadi argumen. Karena itu, esai perlu disusun rapi agar masuk akal dan mudah dipahami pembaca.
Tahap awal penulisan esai dapat dimulai dengan membuat draf. Draf umumnya memuat kerangka esai, catatan argumen yang ingin disampaikan, serta data pendukung untuk memperkuat argumen. Penyusunan draf membantu penulis menata struktur dan kerangka tulisan, menentukan cara menjawab persoalan, memilih bukti dan contoh yang akan digunakan, serta menyusun argumen secara logis.
Setelah draf awal dan mind mapping dibuat, penulisan dapat dilanjutkan dengan mengikuti struktur esai yang terdiri dari pendahuluan, badan esai, dan kesimpulan.
Pendahuluan
Pendahuluan disusun dengan pola dari umum ke khusus. Paragraf pertama dapat dibuka dengan pengenalan topik secara umum dan permasalahan yang akan dibahas. Pada bagian ini, penulis dapat memaparkan ide yang akan diambil, mengutarakan pemikiran untuk menjawab masalah yang muncul, lalu menyampaikan argumen secara luas sebagai pengantar pembahasan.
Badan esai
Badan esai tersusun dari beberapa paragraf, dengan setiap paragraf memuat satu pokok pikiran sebagai argumen utama. Setelah pokok pikiran disampaikan, penulis perlu menjelaskan argumen tersebut. Bukti pendukung dapat digunakan untuk memperkuat argumen, misalnya melalui studi kasus, statistik, bukti dokumenter, buku akademik, atau artikel jurnal. Selain menyajikan bukti, penulis juga perlu menyampaikan pandangan pribadi mengenai bagaimana bukti tersebut menguatkan argumen. Setiap paragraf sebaiknya dirangkum dan dijelaskan kaitannya dengan argumen keseluruhan.
Kesimpulan
Kesimpulan ditulis dengan memastikan semua ide dan gagasan terangkum dengan baik, umumnya menggunakan pola dari khusus ke umum. Bagian ini dapat memuat kembali permasalahan, rangkuman kata kunci, serta ringkasan argumen sebagai jawaban atas persoalan yang dibahas. Penulis juga dapat menyampaikan alasan atau hambatan yang ditemui untuk sampai pada jawaban atau argumen tersebut. Kesimpulan dapat ditutup dengan pertanyaan untuk topik esai berikutnya, prediksi mengenai hal yang mungkin terjadi, atau rekomendasi penyelesaian terhadap fenomena yang dibahas.