BERITA TERKINI
Panglima Ukraina: Rusia Tak Tertarik Perundingan, Targetkan Produksi 1.000 Drone per Hari

Panglima Ukraina: Rusia Tak Tertarik Perundingan, Targetkan Produksi 1.000 Drone per Hari

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi menuding Rusia tidak menunjukkan minat untuk berunding demi mencapai kesepakatan damai. Menurut Syrskyi, Moskow justru berencana meningkatkan produksi senjata secara besar-besaran, termasuk drone.

Dalam wawancara dengan media online Ukraina, lb.ua, Syrskyi mengatakan pihaknya melihat peningkatan intensitas aksi militer Rusia, bertambahnya jumlah kelompok ofensif, serta peningkatan produksi persenjataan tempur, rudal, dan drone. Pernyataan itu dipublikasikan pada Minggu (18/1) waktu setempat.

Syrskyi menyebut Rusia saat ini memproduksi 404 unit drone Shahed berbagai jenis per hari. Ia menambahkan, Rusia berencana meningkatkan produksi tersebut secara signifikan hingga mencapai 1.000 drone per hari.

Ia menegaskan militer Ukraina harus melakukan “segala upaya” untuk menggagalkan rencana itu dan menimbulkan kerugian agar Rusia membatalkan targetnya. Menurut Syrskyi, langkah tersebut juga diperlukan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan digelarnya pembicaraan. “Tidak ada yang akan membuat kesepakatan dengan pihak yang lemah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syrskyi memuji taktik “serangan mendalam” yang diterapkan militer Ukraina, yang ia sebut sebagai “kekuatan utama” negaranya. Ia mengklaim taktik tersebut telah menghasilkan serangan terhadap 719 target dan menyebabkan kerugian sebesar US$ 15 miliar, terutama pada industri minyak Rusia.

Ukraina disebut telah dengan cepat mengembangkan kapasitas produksi drone sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari 2022. Sementara itu, pasukan Moskow saat ini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina dan terus mencatat kemajuan yang cenderung lambat di wilayah timur, dengan pengumuman penaklukan desa-desa terbaru beberapa kali dalam sepekan.

Para pemimpin militer Ukraina juga menekankan pentingnya mengembangkan “drone pencegat” sebagai cara yang dinilai paling efisien dan ekonomis untuk menghadapi serangan drone Rusia, dibandingkan menggunakan rudal.

Syrskyi mengakui Rusia berpeluang mengerahkan jumlah drone yang lebih besar. Namun, ia mengatakan pengerahan drone Ukraina juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. “Saya dapat mengatakan hal ini: Kita memiliki angka yang jauh lebih baik dalam hal ini daripada, katakanlah, tujuh bulan yang lalu,” ucapnya.