Panitia lokal pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII terus mematangkan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Ternate, Maluku Utara, pada 24–28 Agustus 2026. Salah satu langkah yang segera dilakukan adalah mengagendakan pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, untuk melaporkan kesiapan penyelenggaraan.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat persiapan di kantor Bappelitbangda Ternate pada Senin, 23 Februari 2026. Rapat dipimpin Ketua Panitia JKPI, Rizal Marsaoly, sebagai tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait dukungan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan JKPI di Ternate.
Rizal menilai koordinasi dengan gubernur menjadi penting karena kegiatan ini akan menghadirkan para kepala daerah anggota JKPI dari berbagai kota di Indonesia, serta sejumlah pejabat negara.
“Paling utama tentu gubernur. Kami akan segera mengagendakan pertemuan untuk melaporkan kesiapan kegiatan, apalagi direncanakan ada beberapa pejabat negara yang hadir,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, panitia saat ini mematangkan sembilan agenda utama, antara lain Rapat Kerja Nasional (Rakernas), festival budaya, simposium pulau-pulau penghasil rempah, gala dinner, city tour, hingga ladies program bagi istri para wali kota.
Menurut Rizal, seluruh agenda tersebut masih akan diurai lebih rinci, termasuk penentuan lokasi dan teknis pelaksanaan, agar penyelenggaraan JKPI ke-XII berjalan siap dan terkoordinasi dengan baik.
Untuk tema kegiatan, panitia mengusulkan “Ternate Epicentrum Rempah Dunia” yang masih dalam proses kurasi di tingkat kementerian. Tema itu diharapkan dapat memperkuat identitas Ternate sebagai kota bersejarah dalam jalur perdagangan rempah dunia.
Selain mematangkan agenda, panitia juga menyiapkan buku panduan kegiatan serta portal informasi resmi. Portal tersebut ditujukan untuk memudahkan delegasi memperoleh informasi terkait penginapan, transportasi, pusat kuliner, hingga lokasi wisata.
Rizal menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibutuhkan agar pelaksanaan JKPI ke-XII tidak hanya sukses secara seremoni, tetapi juga memberi dampak pada promosi budaya dan pariwisata daerah.
“Kami ingin momentum ini benar-benar menjadi ajang promosi Maluku Utara secara luas, sekaligus memperkuat posisi Ternate sebagai kota pusaka di Indonesia,” tandasnya.

