BERITA TERKINI
PARC Gelar Aksi Tabling di Shapiro Campus Center untuk Tingkatkan Kesadaran Persetujuan

PARC Gelar Aksi Tabling di Shapiro Campus Center untuk Tingkatkan Kesadaran Persetujuan

Pada 27 April, Prevention, Advocacy and Resource Center (PARC) menggelar kegiatan tabling bertema kesadaran kekerasan seksual di Atrium Shapiro Campus Center. Acara yang berlangsung pukul 16.00 hingga 19.00 itu berfokus pada model persetujuan F.R.I.E.S, yakni Freely given (diberikan dengan bebas), Reversible (dapat ditarik kembali), Informed (diberi informasi), Enthusiastic (antusias), dan Specific (spesifik).

Sejumlah perwakilan mahasiswa PARC hadir untuk mengajak mahasiswa memahami pentingnya persetujuan melalui lembar kegiatan. Materi yang dibagikan mencakup lembar penilaian diri, tujuan kemitraan, serta lembar latihan persetujuan. Selain itu, panitia juga menyediakan sejumlah barang hadiah, seperti mainan model F.R.I.E.S yang dapat ditekan, kentang goreng, “lendir” PARC, bola tekanan, dan tote bag bertuliskan “Menciptakan Budaya Persetujuan.”

Santiago Salazar ’29, salah satu perwakilan PARC, menyampaikan pandangannya bahwa persetujuan kerap diabaikan. Ia menilai, penekanan soal persetujuan perlu diperkuat untuk generasi mahasiswa saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ella Osen ’26 turut menyampaikan informasi mengenai Denim Day PARC yang dijadwalkan pada 28 April. Kegiatan itu disebut sebagai bagian dari kampanye melawan menyalahkan korban (victim blaming) sekaligus menunjukkan dukungan bagi mereka yang terdampak kekerasan seksual.

Selain edukasi, kegiatan tabling tersebut juga mengarahkan mahasiswa pada berbagai sumber daya di kampus. Informasi kontak yang dibagikan mencakup Brandeis Counseling Center, Health and Wellness Promotion, PARC, serta Student Health Center. PARC juga membagikan kartu “Notice Violence and Change Culture” yang memuat akses dukungan bagi korban, termasuk National Domestic Violence Hotline dan National Sexual Assault Hotline.

Osen menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi perayaan akhir tahun PARC, namun disusun dengan format yang diharapkan dapat menarik perhatian mahasiswa. Sydney Jones ’28 menambahkan bahwa acara tersebut menjadi sarana untuk terhubung dengan komunitas dan membantu mahasiswa mengenal PARC. Sementara itu, Isaac Lambert ’26 menekankan bahwa persetujuan tidak hanya berkaitan dengan seks atau hubungan, tetapi dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan.

PARC berfungsi sebagai sumber daya rahasia bagi mahasiswa serta unit kampus yang mendukung korban kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Kantor PARC berada di Usdan G108 dan didukung oleh advokat mahasiswa serta tiga staf profesional, yakni Direktur Kate Richey, Spesialis Pencegahan Kekerasan & Pembela Korban Becca Van Spall-Hood, dan magang Alenna Chen.