Bagi Bui Xuan Hung, musik bukan sekadar sumber kegembiraan. Ia memandangnya sebagai gudang kenangan, cara mengungkapkan rasa syukur, sekaligus medium untuk menceritakan kembali perjalanan hidup melalui melodi yang sarat emosi. Melalui karya-karyanya, ia ingin menghadirkan pesan-pesan kemanusiaan yang relevan di tengah kehidupan modern.
Lahir dan besar di wilayah Ha Tinh, Hung disebut memiliki bakat seni yang tumbuh sejak usia muda. Pada 1990 ia mendaftar ke militer dan aktif mengikuti kegiatan di unitnya. Kegiatan budaya dan seni di lingkungan militer, menurut kisahnya, turut memupuk kedekatannya dengan musik.
Selepas meninggalkan militer, Hung bekerja di sektor kebudayaan di bekas Provinsi Quang Binh—kini menjadi Provinsi Quang Tri. Ia bahkan membentuk band sendiri dan tampil dalam berbagai program budaya masyarakat untuk melayani kebutuhan spiritual warga setempat. Masa ini memberinya pengalaman sekaligus pemahaman yang lebih dalam tentang pengaruh musik di masyarakat.
Pada 1998, Hung pindah ke Provinsi Dong Nai untuk memulai karier. Dengan ketekunan dan naluri bisnis, ia membangun Perusahaan Terbatas Satu Anggota Thanh Tung 2 di Komune Tan An, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah industri. Di tengah kesibukan kerja, musik tetap hadir sebagai “arus bawah” dalam kehidupannya.
Hung mengatakan ia dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi seni, sehingga musik terasa seperti naluri. Meski telah lama berkarya sebagai komposer, ia baru secara resmi merilis karyanya di platform digital pada pertengahan 2025. Ia memilih musik rakyat sebagai materi utama karena meyakini setiap melodi dapat menceritakan kisah kehidupan dan hubungan antarmanusia, menjadi jembatan yang menghubungkan jiwa-jiwa yang sejiwa, serta menyebarkan pesan positif dan kemanusiaan.
Walau mengaku otodidak, Hung telah menggubah dan merekam hampir 70 lagu. Karya-karyanya dibawakan oleh sejumlah penyanyi dan artis, antara lain Artis Berjasa To Nga, Artis Berjasa Tien Lam, serta penyanyi Ho Phuong Lien, Ngoc Quy, dan Ha Van. Dua kanal YouTube miliknya, Hung Thinh Audio dan Do Duy Hao, telah merilis lebih dari 500 klip video yang disebut diproduksi dengan cermat dari sisi suara dan visual. Sejumlah lagunya menarik perhatian dan dibagikan pendengar, terutama mereka yang menggemari musik rakyat dan lirik.
Dalam proses kreatifnya, Hung banyak menulis berdasarkan pengalaman dan emosi. Ia menggubah lagu-lagu yang merayakan kecintaan pada tanah air serta perubahan pada manusia dan daerahnya, juga menulis tentang profesi-profesi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa judul yang disebut antara lain “Kembali ke Ha Tinh Bersamamu”, “Tanah Air dan Nostalgia”, “Merindukan Quang Tri”, “Dong Nai, Tanah yang Kucintai”, “Dong Nai Tercinta”, dan “Terima Kasih, Hijauku”.
Komposer Le Hang, Wakil Kepala Departemen Musik Asosiasi Sastra dan Seni Dong Nai, menilai Hung memiliki bakat, terutama dalam menggubah lagu tentang tanah air. Menurutnya, lagu-lagu Hung kaya emosi, mudah dipahami publik, dan memiliki jangkauan luas.
Tema kasih sayang keluarga dan bakti kepada orang tua juga menonjol dalam karya-karyanya, seperti “Mengenang Ibu”, “Tahun Baru Imlek Tanpa Ibu”, dan “Nasihat Ayah”. Hung tidak hanya menggubah, tetapi juga membawakan lagu-lagunya sendiri. Ia juga membuat puluhan versi karaoke—untuk nada perempuan dan laki-laki—agar para pecinta musik lebih mudah mengakses dan menafsirkan lagu-lagu itu dengan cara mereka masing-masing.
Soal teknologi digital, Hung menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan manusia dalam kreasi dan pertunjukan seni karena musik lahir dari emosi dan empati. Namun, ia memandang teknologi berperan sebagai sarana untuk menyebarkan karya dan mendekatkan musik kepada masyarakat.
Dengan pengalaman hidup dan pandangan yang ia sebut nyata, Hung menjadikan penciptaan dan promosi musik sebagai jalan menyalurkan hasrat. Melalui ketekunan dan pengakuan yang ia peroleh dalam bentuk berbagai penghargaan, ia perlahan membangun jejak kreatifnya sendiri dan menjadi anggota Komite Musik Asosiasi Sastra dan Seni Dong Nai. Tanpa mengejar tren, karya-karyanya menyebar secara bertahap dan menjadi dorongan baginya untuk terus berkarya.

