Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyediakan ruang kreativitas bagi pelajar melalui pelaksanaan lomba yang rutin digelar setiap tahun. Kegiatan ini diarahkan untuk memberi kesempatan siswa mengeksplorasi seni rupa, seni pertunjukan, dan sastra sebagai bagian dari upaya membangun generasi penerus yang berkarakter.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Bangka Barat, Evi Astura Markus, mengatakan lomba dan festival seni serta sastra tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memuat proses belajar yang menekankan niat untuk terus maju dan ketekunan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang memiliki daya saing.
Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bangka Barat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (11/5), di Graha Aparatur Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Mentok.
FLS3N tingkat SD dan SMP mempertandingkan sejumlah cabang, antara lain pantomim, mendongeng, gambar bercerita, seni kriya, menyanyi solo, ansambel, ilustrasi, menulis cerita, musik tradisional, dan tari. Selain mengasah kemampuan berkarya, para peserta juga didorong untuk melatih keberanian tampil dengan penuh kepercayaan diri.
Evi menambahkan, semangat dan kerja keras perlu terus ditanamkan agar siswa mampu meraih prestasi terbaik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru dan orang tua yang selama ini mendukung anak-anak untuk berkembang sesuai usia dan minat mereka.
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Melalui ajang ini, pemerintah daerah berharap kreativitas siswa semakin berkembang, sekaligus mendorong energi positif dan kompetitif dalam penciptaan karya.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Heru Warsito, menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyeimbangkan perkembangan akademik dan non-akademik peserta didik. Ia menilai ajang tersebut dapat menjadi sarana efektif untuk mengarahkan kreativitas siswa ke hal positif dan menjauhkan mereka dari aktivitas yang tidak produktif.
Heru menyatakan optimistis kegiatan semacam ini dapat mendukung tumbuh kembang anak-anak Bangka Barat agar menjadi generasi penerus yang sehat, kreatif, dan berkarakter. Ia juga mengajak semua pihak memberikan dukungan kepada para siswa yang bertanding dan menjadikan ajang tersebut sebagai langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi.