Pemerintah Kota (Pemkot) Batam mulai menggelar Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam. Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar untuk menampilkan kemampuan non-akademik yang selama ini diasah melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan kegiatan tersebut diikuti siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurutnya, ajang ini memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan kreativitas yang mereka kembangkan di lingkungan sekolah.
Hendri menjelaskan, sebelum memasuki tingkat kota, seleksi telah dilakukan lebih dulu di tingkat kecamatan untuk jenjang SD dan tingkat wilayah untuk SMP. Dari seluruh tahapan tersebut, jumlah peserta yang terlibat mencapai hampir 1.600 siswa. Setelah proses seleksi, jumlah peserta yang tampil pada tingkat kota menjadi sekitar 1.000 siswa.
Para peserta mengikuti beragam cabang lomba, di antaranya tari kreasi, vokal solo, ensemble musik, serta cabang olahraga pelajar. Pelaksanaan FLS3N dan O2SN tingkat Kota Batam dijadwalkan berlangsung selama tiga hari setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah.
Hendri menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat pendidikan non-akademik di sekolah. Ia menekankan bahwa pengembangan seni, sastra, budaya, dan olahraga juga berperan dalam pembentukan karakter serta kreativitas siswa.
Ia menambahkan, para pemenang pada tingkat kota nantinya akan mewakili Batam untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Kepulauan Riau hingga tingkat nasional.