Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan bukan semata-mata sesuatu yang datang begitu saja, melainkan dapat dipelajari. Temuan ini menegaskan bahwa individu memiliki peluang untuk mengembangkan kebahagiaan melalui proses belajar dan pembiasaan.
Meski demikian, penelitian juga menekankan bahwa manfaat kebahagiaan dalam jangka panjang tidak otomatis bertahan tanpa upaya. Kebahagiaan perlu terus dilatih dan dipraktikkan secara berkelanjutan agar dampaknya tetap terasa dari waktu ke waktu.
Dengan kata lain, kebahagiaan dipandang sebagai keterampilan yang bisa diasah. Namun, seperti halnya keterampilan lain, hasilnya bergantung pada konsistensi latihan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

