Kepengurusan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030 resmi terpilih dalam Rapat Kerja (Raker) Agenda Program Kerja yang digelar di Curug Cimedang Malaganti, Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/1/2026).
Dalam susunan kepengurusan yang terpilih, Tatang Pahat ditetapkan sebagai ketua. Posisi Wakil Ketua 1 diisi Andi Ibo, Wakil Ketua 2 Eri Kustiaman, Sekretaris Teguh Gusmantara, serta Bendahara Umum Denis Suarghany.
Tatang Pahat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pengurus serta anggota yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin DKKT selama lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya DKKT memperjelas peran sebagai fasilitator dan mitra seniman dalam menjaga, memelihara, serta melestarikan kesenian dan kebudayaan.
Menurutnya, DKKT perlu membangun kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta, sekaligus membuka ruang bagi potensi lokal agar dapat dikenal lebih luas melalui jejaring dan pendekatan kekaryaan. Ia juga menyinggung perlunya mengikuti perkembangan teknologi dengan mengoptimalkan platform digital dan media sosial.
Tatang menilai berbagai tantangan dan keraguan dapat dijawab melalui karya yang mendapatkan respons positif dari publik. Ia menyebut DKKT sebagai “rumah besar” yang perlu dijaga dan dihidupi bersama tanpa intrik dan ego, serta dapat menjadi ruang untuk menyemai berbagai gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat kesenian.
Ia juga menyampaikan harapan agar DKKT tampil sebagai etalase atau laboratorium karya seni yang dapat menjadi identitas Kota Tasikmalaya. Untuk itu, ia menilai organisasi perlu dihuni oleh orang-orang yang tidak hanya berbekal semangat dan idealisme, tetapi juga memiliki jaringan, kreativitas, sense of reality, serta kepekaan sosial, politik, ekonomi, dan kultural.
Sementara itu, Sesepuh Padepokan Panglipur Dinding Ari, Ustad Deni Safari, mengapresiasi pelaksanaan raker tersebut. Ia menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan pegiat seni budaya di wilayah kabupaten, sekaligus memperkuat sinergi dengan alam sekitar. Menurutnya, secara administratif seni budaya tidak mengenal sekat wilayah atau daerah.
Ustad Deni juga menyinggung raker tersebut sebagai bagian dari dukungan publikasi bahwa Curug Cimedang merupakan destinasi wisata yang dinilai potensial dan memiliki daya tarik alam yang masih segar di Kabupaten Tasikmalaya.
Ia menuturkan, raker disambut dengan prosesi penyambutan yang sederhana namun dinilai khusyuk dan tulus, sebagai penegasan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan demi terciptanya harmoni antarpelaku seni budaya serta harmoni dengan alam. Ia menambahkan bahwa seni budaya diharapkan menjadi garda depan dalam keberlangsungan kehidupan di daerah dan menjadi “mercusuar” baik di tingkat lokal maupun internasional.
Dalam rangkaian kegiatan raker, Ustad Deni menyebut terdapat prosesi memandikan ketua DKKT terpilih periode 2025–2030 sebagai bentuk adat budaya, khususnya tradisi Sunda.

