Penulis naskah film horor Tolong Saya! (Dowajuseyo), Nucke Rachma, mengungkapkan cerita film tersebut berangkat dari pengalaman personalnya sebagai seorang ibu. Ide awal muncul dari kegelisahannya saat sang anak menempuh pendidikan di Korea Selatan.
Nucke mengatakan, selama anaknya tinggal di luar negeri, terjadi sejumlah pengalaman yang dinilai tidak biasa dan memicu kekhawatiran. Kejadian-kejadian itu kemudian dicatat dan menjadi bahan diskusi antara ibu dan anak hingga berkembang menjadi gagasan cerita.
“Awalnya dari kekhawatiran saya sebagai ibu. Anak saya mengalami beberapa kejadian yang membuat kami saling mencatat dan berdiskusi,” ujar Nucke dalam keterangannya. Dari catatan tersebut, muncul ide menghadirkan film horor berlatar Korea yang juga diberi sentuhan drama romantis.
Menurut Nucke, kisah Tolong Saya! (Dowajuseyo) berbasis pengalaman nyata, namun dikembangkan secara sinematik agar relevan sebagai tontonan layar lebar. Unsur emosional keluarga disebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan cerita.
Ia juga menyoroti mitos urban di Korea tentang larangan menolong orang asing sebagai elemen utama. Kepercayaan tersebut, kata Nucke, memuat pesan yang bersifat universal terkait empati, kehati-hatian, serta konsekuensi dari setiap pilihan.
Proses penulisan naskah dilakukan bersama produser eksekutif Herty Paulina Purba. Keduanya menggunakan pendekatan lintas budaya agar cerita dapat diterima penonton Indonesia maupun internasional.

