BERITA TERKINI
Penulis PC Gamer Ungkap Gim dengan Karya Seni Paling Berkesan, dari Dishonored hingga Avowed

Penulis PC Gamer Ungkap Gim dengan Karya Seni Paling Berkesan, dari Dishonored hingga Avowed

Dunia gim video tidak hanya menawarkan pengalaman bermain, tetapi juga memamerkan kekuatan visual melalui concept art, desain karakter, hingga arsitektur dunia yang dibangun. Ketertarikan pada sisi artistik ini kerap mendorong penggemar mengoleksi edisi spesial, buku desain, sampai soundtrack vinyl yang memuat ilustrasi dan rancangan visual gim.

Dalam pembahasan pada 18 Januari 2026, empat penulis PC Gamer—Sean Martin, Rory Norris, Ted Litchfield, dan Tyler Colp—berbagi pilihan gim dengan karya seni yang paling membekas bagi mereka. Dari kota bernuansa gothic yang suram hingga fantasi-sci-fi yang kaya imajinasi, masing-masing penulis menyoroti aspek visual yang mereka anggap menonjol.

Dishonored: kota gothic yang menghantui

Sean Martin, Senior Guides Writer di PC Gamer, menempatkan seri Dishonored sebagai pilihan utama. Ia menyoroti desain kota Dunwall dan Karnaca yang dikerjakan Viktor Antonov, seniman yang juga dikenal lewat karyanya pada City 17 di Half-Life 2. Menurut Martin, warisan Antonov terlihat pada perpaduan arsitektur gothic yang tampak runtuh dengan elemen futuristik berbahan metal yang menjulang.

Martin menyebut estetika yang “hampir menghantui” sebagai salah satu alasan mengapa Half-Life 2 dan Dishonored tetap melekat di ingatan bertahun-tahun setelah rilis. Ia juga memuji karya seni karakter: Cedric Peyraverney membuat potret chiaroscuro untuk Delilah dan Outsider, sementara Sergey Kolesov menggarap potret bergaya keluarga kerajaan untuk Corvo dan Emily Kaldwin. Sisi gelap dunia gim digambarkan melalui karya Piotr Jabłoński, termasuk wabah bloodfly dan pekerja Karnaca yang terpinggirkan, serta lukisan Veronique Meignaud yang muncul dalam DLC gim pertama dan gim kedua sebagai potret karya Delilah. Martin menekankan semuanya merupakan hasil kerja tim di Arkane Studios.

Destiny: imajinasi fantasi-sci-fi lewat concept art

Rory Norris, Guides Writer, memilih Destiny—baik gim orisinal maupun sekuelnya—sebagai karya yang paling memikat imajinasinya. Ia menilai ketertarikannya berawal dari concept art yang digarap dengan sangat mendalam. Norris mengingat penggambaran Old Chicago sebagai rawa pasca-apokaliptik, dengan tanda-tanda dan gedung pencakar langit yang tampak ditelan rawa, serta adegan awal Hive yang berbaris melewati fasilitas dan goblin yang menunggangi katak raksasa.

Ia juga menyoroti ilustrasi armada kapal piramida yang melintas di atas Mars karya Dorje Bellbrook, yang menurutnya berhasil membangun antisipasi akan ancaman besar. Selain itu, arsitektur Vex yang misterius—seperti Citadel di Venus oleh Jesse van Dijk—ikut meninggalkan kesan mendalam. Norris mencatat, meskipun banyak concept art tersebut tidak sepenuhnya terwujud dalam versi gim akhir, dunia yang dibangun lewat karya visual Bungie tetap tak terlupakan baginya.

Elden Ring: konsep yang setia pada realisasi gim

Tyler Colp, Contributing Writer, menyoroti kekuatan visual gim-gim FromSoftware yang dinilainya sangat dekat dengan concept art-nya. Ia menyebut Elden Ring sebagai salah satu gim terindah yang pernah ia mainkan, didukung oleh concept art yang kuat. Colp menggambarkan setiap halaman buku seni resmi gim tersebut menampilkan penggambaran wilayah The Lands Between dan karakter-karakter unik dengan detail yang menonjol.

Dua lokasi yang ia sebut berkesan adalah Raya Lucaria, kastel sihir di tengah danau, serta Volcano Manor, kastel tua yang tampak seperti ditarik ke bawah oleh gelombang batu yang berjatuhan. Bagi Colp, keduanya menyatu dalam dunia Elden Ring yang memadukan estetika abad pertengahan dan Renaisans. Ia juga menyoroti detail kecil pada karakter seperti Malenia dan Ranni—mulai dari lambang pohon pada jubah Malenia hingga wajah ilusi kedua Ranni—yang memberinya kedalaman tambahan.

Avowed: menerjemahkan gaya klasik ke 3D modern

Ted Litchfield, Associate Editor, memuji Avowed sebagai “keajaiban kecil” karena mampu menerjemahkan gaya dan nuansa Pillars of Eternity 2: Deadfire ke format 3D penuh. Ia membandingkan pergeseran dari perspektif isometrik CRPG klasik menuju sudut pandang orang pertama. Litchfield juga menyebut Pillars of Eternity 2: Deadfire, yang akan berusia 10 tahun, sebagai salah satu gim terindah berkat arahan seni dan lingkungan pra-render.

Karya seni favoritnya dari Avowed adalah ilustrasi bergaya buku komik yang digunakan pada layar pemuatan area utama, termasuk kota Thirdborn. Ia turut menikmati penggambaran reruntuhan dan air dalam gim itu, yang mengingatkannya pada Aquatic Ruins di Sonic 2. Selain lingkungan, Litchfield menilai Avowed dari Obsidian Entertainment juga menampilkan desain baju zirah dan senjata yang fantastis serta inventif.

Pilihan keempat penulis ini memperlihatkan bagaimana karya seni—baik yang hadir sebagai concept art maupun yang diwujudkan langsung dalam gim—dapat membentuk identitas dunia, memperkuat suasana, dan membuat sebuah judul bertahan lama dalam ingatan pemain.