Jakarta — Perempuan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Digital Platform dan Transportasi (SPDT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) terus menunjukkan keterlibatan aktif dalam berbagai agenda organisasi serikat pekerja. Peran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga ikut menggerakkan perjuangan dan memperkuat solidaritas di dalam organisasi, Selasa (10/3/2026).
Partisipasi perempuan SPDT terlihat dalam sejumlah kegiatan, mulai dari rapat organisasi, pendidikan kader, hingga konsolidasi rutin. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus merumuskan strategi perjuangan serikat.
Dalam peringatan International Women’s Day (IWD), perempuan SPDT juga hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyoroti isu kesetaraan gender, perlindungan hak pekerja perempuan, serta peningkatan kesejahteraan buruh perempuan di Indonesia.
Selain itu, mereka terlibat dalam berbagai aksi nasional yang diselenggarakan FSPMI. Dalam aksi-aksi tersebut, perempuan SPDT turut menyuarakan tuntutan kepada pemerintah dan pengusaha, terutama terkait pemenuhan hak pekerja, upah yang layak, serta perlindungan kerja yang adil.
Kehadiran perempuan dalam berbagai agenda ini menegaskan bahwa gerakan serikat pekerja bersifat kolektif dan melibatkan seluruh anggota tanpa memandang gender. Perempuan SPDT disebut terus menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Di sisi lain, perempuan SPDT juga mengikuti program pendidikan serikat pekerja untuk meningkatkan kapasitas kader. Melalui pendidikan tersebut, kader perempuan dibekali pemahaman tentang organisasi, hukum ketenagakerjaan, hingga strategi advokasi untuk memperjuangkan hak anggota.
Dengan keterlibatan di aksi, konsolidasi, dan pendidikan kader, perempuan SPDT dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan serikat pekerja. Keaktifan mereka diharapkan terus mendorong penguatan organisasi serta memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.

