BERITA TERKINI
Pertunjukan “Warna Tanah Gaharu” Hadirkan Ragam Alat Musik Tradisional di Taman Pantai Nha Trang

Pertunjukan “Warna Tanah Gaharu” Hadirkan Ragam Alat Musik Tradisional di Taman Pantai Nha Trang

Para seniman dan musisi dari Teater Seni Tradisional Provinsi menampilkan pertunjukan alat musik tradisional bertajuk Warna Tanah Gaharu pada malam 10 Mei di taman pantai seberang Jalan Tuệ Tĩnh, Kelurahan Nha Trang. Setelah hampir sebulan persiapan dan latihan, program berdurasi hampir 90 menit itu menyuguhkan rangkaian melodi yang menonjolkan keindahan serta nilai budaya Provinsi Khánh Hòa.

Pertunjukan disusun dalam tiga bagian, yakni Kembali ke Tanah Menara, Warna Konvergensi, dan Warna Warisan. Melalui struktur tersebut, penonton diajak mengikuti perjalanan musikal yang menampilkan unsur budaya lokal, pertemuan berbagai warna musik, hingga penutup yang menonjolkan warisan seni tradisi.

Pada bagian pertama, Menuju Negeri Menara, para pemain memperkenalkan esensi budaya masyarakat Cham melalui komposisi ansambel dan solo. Sejumlah instrumen ditampilkan, antara lain gendang ghi nang, gendang paranung, terompet saranai, kecapi bầu, serta gong. Karya yang dibawakan mencakup Po Nagar yang Legendaris, Konvergensi, Thei Mai, dan Lagu Cinta di Malam yang Diterangi Bulan.

Bagian kedua, Warna-Warna Konvergensi, menghadirkan nuansa ritmis yang menggambarkan cinta dan ikatan komunitas. Suara xilofon batu, kecapi bulan, dan seruling bambu bergema di kota tepi laut dan menarik perhatian penonton, termasuk wisatawan asing. Melodi yang dibawakan antara lain Suara Batu, Hutan Hijau Bergema dengan Suara Ta Lu, Menyeberangi Ombak, Tur Vietnam, serta Vietnam, tanah airku. Pada bagian ini, pertunjukan juga menampilkan semangat pertukaran dan integrasi internasional melalui lagu-lagu yang familiar seperti Nomadic Love Song (Rusia) dan Despacito (Latin).

Memasuki bagian ketiga, Warna Warisan, penonton disuguhi melodi musik rakyat seperti Tu Quy dan Ly Ngua O yang menghadirkan suasana semarak. Program ditutup dengan pertunjukan instrumental bermelodi khas opera tradisional Vietnam yang dipadukan dengan presentasi topeng untuk menggambarkan karakter dalam opera klasik. Penampilan penutup ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

Salah seorang wisatawan asal Belarus, Krystsina Kavalevich, menyebut suara alat musik tradisional Vietnam terasa unik dan khas. Ia menilai instrumen yang dibuat dari bahan sederhana mampu menghasilkan melodi yang indah. “Saya tidak sepenuhnya mengerti liriknya, tetapi saya merasakan melodi dan ritmenya. Setelah setiap pertunjukan, saya dan penonton lainnya bertepuk tangan dengan antusias,” ujarnya.

Sesuai rencana, program Warna-Warna Tanah Gaharu akan dipentaskan setiap minggu dalam format seni jalanan. Penyelenggaraan rutin ini disebut sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pertunjukan seni jalanan sekaligus menyediakan ruang bagi seniman dan musisi untuk terus mengasah keterampilan.

Seniman Pham Van Tan menjelaskan, kelompok musik menyusun program yang terdiri atas 13 karya solo dan ansambel; sebagian merupakan komposisi baru dan sebagian lainnya merupakan aransemen ulang. Menurutnya, respons positif penonton menjadi dorongan bagi para anggota untuk terus berlatih meningkatkan kemampuan profesional.

Di balik sambutan awal penonton, penyelenggara juga menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya, kebutuhan meneliti dan menggubah materi yang sesuai dengan tema serta alur program, sekaligus mengintegrasikan unsur regional dalam setiap karya. Orkestra teater juga merupakan gabungan seniman dan musisi dari berbagai unit seni, sehingga penentuan peran berdasarkan kekuatan masing-masing pemain menjadi pertimbangan penting. Selain itu, keterbatasan musisi yang memainkan instrumen modern seperti gitar, organ, dan drum jazz membuat upaya memadukan musik tradisional dan modern menjadi tantangan tersendiri.

Wakil Direktur Teater Seni Tradisional Provinsi, Duong Viet Ha, menyatakan program Warna Tanah Gaharu memadukan musik rakyat Cham, lagu-lagu rakyat pesisir, Bài Chòi, Tuồng, serta melodi dan lagu rakyat Vietnam Utara. Melalui pertunjukan ini, teater menargetkan pengenalan Khánh Hòa sebagai daerah yang kaya budaya kepada wisatawan domestik dan internasional, sekaligus membuka peluang bagi seniman dan musisi untuk mempertajam kemampuan dan menjaga semangat berkarya.

Pimpinan teater juga berharap pengalaman tampil di hadapan publik dapat menjadi bekal menuju Kompetisi Alat Musik Tradisional Solo dan Ansambel Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal ketiga di Kota Da Nang.