BERITA TERKINI
PK Entertainment Group Ekspansi ke Musik dan Film, Targetkan Ekosistem Hiburan Terintegrasi di Asia Tenggara

PK Entertainment Group Ekspansi ke Musik dan Film, Targetkan Ekosistem Hiburan Terintegrasi di Asia Tenggara

PK Entertainment Group, yang selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai promotor konser internasional di Indonesia, memperluas lini bisnisnya ke sektor musik, film, strategic investment, hingga creative partnership. Ekspansi ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk membangun ekosistem hiburan terintegrasi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Langkah tersebut diumumkan bertepatan dengan perayaan 11 tahun perjalanan perusahaan pada Mei 2026. Co-Founder dan COO PK Entertainment Group, Harry Sudarma, menyatakan transformasi bisnis dilakukan seiring perubahan perilaku konsumen industri hiburan yang kini semakin mengutamakan pengalaman imersif dan berbasis komunitas.

“PK Entertainment Group kini bergerak melampaui peran sebagai penyelenggara konser dan event untuk menjadi salah satu penggerak dalam membangun infrastruktur ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Harry dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Perusahaan menilai industri hiburan Asia Tenggara tengah mengalami pertumbuhan pesat, didorong dominasi generasi muda yang cenderung membelanjakan pengeluaran untuk pengalaman hiburan seperti konser, festival, dan film. Indonesia disebut menjadi salah satu pasar live entertainment terbesar di kawasan.

Dalam 11 tahun terakhir, PK Entertainment tercatat telah menghadirkan lebih dari 30 konser internasional dengan total penonton melampaui satu juta orang. Adapun unit bisnis lain, PK Events, disebut telah menangani lebih dari 500 proyek bersama sejumlah perusahaan global, termasuk Google, Meta, Netflix, dan YouTube.

Di sektor musik, PK Music berfokus mendukung musisi lokal melalui penyelenggaraan konser serta pengembangan artis Indonesia ke pasar regional. Dalam dua tahun terakhir, unit ini telah menggelar lebih dari 50 event musik lokal dan mulai berekspansi ke Singapura serta Malaysia.

Sementara di industri film, PK Films menargetkan produksi lebih dari 10 film baru sepanjang 2026 setelah merilis lima film pada tahun sebelumnya. Sejumlah proyek yang telah dikonfirmasi antara lain Cerita Lila, Sihir Tanah Kubur, Hungry Ghost Festival, serta Garuda di Dadaku yang digarap bersama BASE Entertainment.

Founder dan CEO PK Entertainment Group, Peter Harjani, menilai arah industri hiburan ke depan tidak lagi bertumpu pada satu jenis bisnis, melainkan pada kekuatan ekosistem yang saling terhubung. “Kami percaya masa depan industri hiburan akan dimiliki oleh ekosistem, bukan bisnis yang berdiri sendiri,” ujarnya.

Selain memperkuat bisnis di Indonesia, PK Entertainment Group juga mendorong ekspansi regional melalui sejumlah kolaborasi strategis, termasuk dengan LaLaLa Fest yang tengah menyiapkan perluasan festival ke Manila.

Pada kesempatan yang sama, perusahaan memperkenalkan K+ Entertainment, kolaborasi baru bersama CT Corp yang akan berfokus menghadirkan pengalaman budaya dan hiburan berskala besar di Indonesia.

Ke depan, PK Entertainment Group menargetkan menjadi ekosistem hiburan kolaboratif yang menghubungkan musik, film, live experiences, dan kreator dalam satu jaringan industri kreatif yang terintegrasi di tingkat lokal maupun regional.