BERITA TERKINI
Prabowo Mulai Agenda di Washington DC dengan Bertemu Komunitas Bisnis AS

Prabowo Mulai Agenda di Washington DC dengan Bertemu Komunitas Bisnis AS

Presiden RI Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat, dengan bertemu sejumlah komunitas bisnis. Pertemuan tersebut melibatkan Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce/USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO), bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Agenda itu digelar dalam forum bertajuk Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia. Pertemuan berlangsung menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART), yang disebut menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo di Washington DC.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat. Ia didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Dari kalangan pengusaha, turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Anindya Bakrie mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi komunitas usaha kedua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang akan ditandatangani. Ia menyebut nilai perdagangan kedua negara mencapai 45 miliar dolar AS dan tujuan ART adalah membuat perdagangan lebih seimbang.

Menurut Anindya, kesepakatan itu diharapkan membuka peluang bagi pengekspor Indonesia, khususnya di sektor sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik. Di sisi lain, ia menyebut peluang juga terbuka bagi pelaku usaha Amerika Serikat di bidang kapas, gandum, dan kedelai (soybean). Ia menambahkan, pembahasan investasi juga dinilai penting karena berpengaruh pada peningkatan lapangan pekerjaan dan pemanfaatan momentum kerja sama.

Anindya juga menyampaikan komunitas bisnis AS yang ditemui Presiden Prabowo merupakan mitra Kadin Indonesia. Ia menyebut pada Mei 2025 Kadin telah menandatangani dokumen kerja sama dengan USCC dan US-ASEAN Business Council, serta memiliki hubungan panjang dengan USINDO.

Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr dijadwalkan meneken dokumen perjanjian timbal balik, termasuk ketentuan mengenai tarif, saat keduanya melakukan pertemuan bilateral di Washington DC.