Prefektur Alpes-Maritimes membubarkan pertunjukan komedian Dieudonné M’Bala M’Bala pada Sabtu malam di Caussols, kawasan dataran tinggi dekat Grasse, meski acara tersebut telah dilarang sebelumnya oleh otoritas setempat.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui X, prefektur menyebut sekitar 200 penonton tetap berkumpul di Caussols untuk menghadiri pertunjukan tersebut, meskipun sudah ada keputusan pelarangan dan kehadiran aparat di lokasi. Prefektur menyatakan unit gendarmerie kemudian mendatangi tempat acara untuk menerapkan keputusan itu dengan mengevakuasi penonton serta memberikan denda kepada pihak yang melanggar.
Larangan pertunjukan dikeluarkan pada Jumat oleh Prefek Alpes-Maritimes Laurent Hottiaux. Prefektur menyatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan vonis terhadap Dieudonné terkait pernyataan yang bersifat antisemit dan hasutan kebencian rasial, serta dampak pernyataan tersebut terhadap ketertiban umum.
Kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah lain. Pada Oktober, polisi menghentikan pertunjukan di Hérin (Utara) untuk menegakkan perintah larangan yang dikeluarkan sehari sebelumnya oleh prefektur dan telah dikukuhkan pengadilan administratif. Pada Juli, sebuah pertunjukan di Lestrem (Pas-de-Calais) juga dihentikan, dan Dieudonné diberi tahu langsung mengenai perintah pelarangan serupa.
Namun, pada Januari 2025, Pengadilan Administratif Paris mengizinkan penyelenggaraan acara bertajuk ‘Friday the 13th’ yang merujuk pada serangan tahun 2015, setelah sebelumnya dilarang oleh markas besar kepolisian.
Dieudonné telah berulang kali dijatuhi hukuman pengadilan, antara lain terkait penghinaan rasis dan hasutan kebencian. Ia juga disebut telah dikeluarkan dari teater Paris Théâtre de la Main d’or pada 2017, dan sejak itu kerap tampil di lokasi-lokasi alternatif, termasuk di dalam bus keliling.

