Produksi batu bara China mencetak rekor pada 2025, meski pembangkit listrik di negara itu membakar lebih sedikit bahan bakar fosil seiring meningkatnya pasokan listrik yang lebih bersih. Kondisi ini mencerminkan fokus Beijing yang tetap menempatkan keamanan energi sebagai prioritas.
Berdasarkan angka pemerintah yang dirilis pada Senin (19/1/2026), produksi batu bara China naik menjadi 4,83 miliar ton pada 2025. Angka tersebut meningkat 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terdapat serangkaian inspeksi keselamatan yang membatasi produksi pada paruh kedua tahun itu.
Di sisi lain, pembangkitan listrik tenaga termal turun 1%. Penurunan ini menjadi yang pertama secara tahunan dalam satu dekade.
Perbedaan arah antara naiknya produksi batu bara dan turunnya pembangkitan listrik termal menyoroti tarikan kepentingan yang dihadapi China. Negara itu berupaya membangun sistem tenaga yang lebih bersih dan efisien, namun pada saat yang sama berupaya memastikan pasokan energi tetap aman.

