BERITA TERKINI
Produksi Bijih Besi BHP Cetak Rekor, Harga Tertekan Negosiasi Kontrak dengan Pembeli China

Produksi Bijih Besi BHP Cetak Rekor, Harga Tertekan Negosiasi Kontrak dengan Pembeli China

BHP Group membukukan produksi bijih besi semester pertama tahun fiskal yang mencetak rekor. Namun, perusahaan tambang asal Australia itu mengakui adanya tekanan pada harga jual seiring negosiasi kontrak tahunan dengan pembeli utama dari China.

Dalam pernyataan pada Selasa (20/1/2026), BHP menyebut telah menerima harga yang lebih rendah untuk sebagian penjualan bijih besinya selama proses perundingan kontrak dengan China Mineral Resources Group (CMRG). BHP mengatakan, di tengah negosiasi tersebut, perusahaan mengoptimalkan penempatan produk dan saluran distribusi serta mengambil langkah operasional untuk menjaga fleksibilitas dan produktivitas. Meski demikian, langkah-langkah itu berdampak pada harga realisasi penjualan.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan yang jarang dari perusahaan tambang terbesar di dunia terkait dampak negosiasi yang berlangsung alot dengan CMRG. Sejak September lalu, pembeli bijih besi milik negara China itu dilaporkan membatasi pabrik baja dan pedagang untuk membeli beberapa jenis produk bijih besi BHP.

Analis RBC Capital Markets, Kaan Peker, menilai pembatasan pembelian oleh CMRG berpotensi memperketat pasokan di pasar spot dan menopang harga indeks bijih besi. Namun, kondisi itu disebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi diskon harga yang harus diterima BHP. Pada perdagangan awal Selasa, saham BHP tercatat menguat tipis 0,1%.

Selain isu harga bijih besi, BHP juga mengumumkan kenaikan estimasi biaya investasi proyek kalium Jansen tahap pertama di Kanada. Total investasi kini diperkirakan mencapai US$ 8,4 miliar, naik dari estimasi sebelumnya di kisaran US$ 7 miliar hingga US$ 7,4 miliar yang disampaikan pada Juli 2025. BHP menyatakan kenaikan biaya dipicu tambahan jam kerja konstruksi serta volume material yang belum sepenuhnya diperhitungkan dalam estimasi sebelumnya. Saat proyek ini disetujui pada Agustus 2021, nilai investasi awal Jansen tahap pertama diperkirakan sebesar US$ 5,7 miliar.

Dari sisi operasional, produksi bijih besi BHP di Australia Barat (basis 100%) mencapai 146,6 juta metrik ton dalam enam bulan hingga 31 Desember, naik 1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi. Pada kuartal Desember saja, produksi mencapai 76,3 juta ton, meningkat dari 70,2 juta ton pada kuartal September. Angka tersebut melampaui estimasi konsensus Visible Alpha sebesar 74,3 juta ton.

BHP mempertahankan proyeksi produksi bijih besi setahun penuh pada kisaran 284 juta hingga 296 juta ton. Manajemen menilai capaian produksi paruh pertama menempatkan perusahaan pada posisi yang solid menjelang kuartal ketiga yang biasanya dipengaruhi musim hujan.

Untuk komoditas lain, BHP menaikkan batas bawah proyeksi produksi tembaga tahun buku yang berakhir 30 Juni menjadi 1,9 juta–2 juta ton, dari sebelumnya 1,8 juta–2 juta ton. Peningkatan itu didorong oleh kinerja operasional yang kuat di seluruh aset tembaga perusahaan.

Sementara itu, proyeksi produksi tahunan batu bara kokas BHP Mitsubishi Alliance tidak berubah. Namun, BHP memperkirakan realisasi produksi berada di batas bawah target akibat tantangan geoteknik yang masih berlangsung di tambang Broadmeadow.

BHP dijadwalkan merilis laporan keuangan semester pertama pada 17 Februari mendatang.