BERITA TERKINI
Program "In Gratitude" Hadirkan Perjalanan Rasa Syukur Lewat Dialog Musik

Program "In Gratitude" Hadirkan Perjalanan Rasa Syukur Lewat Dialog Musik

Program musik bertajuk In Gratitude diselenggarakan oleh Asosiasi Musik Klasik Vietnam dengan dukungan dari Impressivo Production and Enterprise. Pertunjukan ini dirancang sebagai perjalanan artistik yang kontemplatif—bukan hanya sebagai ungkapan terima kasih kepada penonton, tetapi juga sebagai penghormatan kepada generasi sebelumnya.

Melalui rangkaian karya yang dipilih, In Gratitude diposisikan sebagai dialog tanpa kata: antara seniman dan para pendahulunya, antara penampil dan penonton, serta antara masa lalu dan suara kontemporer. Seluruhnya dirangkai untuk menyuarakan beragam emosi dalam satu benang merah yang sama.

Program ini disusun dalam tiga bagian. Bagian pertama, Penghormatan kepada Warisan, dibuka dengan Konserto Piano Chopin No. 1 dalam E minor, Op. 11. Karya tersebut ditulis ketika Chopin masih sangat muda, pada masa transisi penting sebelum meninggalkan Polandia. Dengan permainan piano dari Kevin Kenner, karya ini ditampilkan bukan semata sebagai warisan abad ke-19, melainkan sebagai karya yang terus hidup, dilestarikan, dipahami, dan menginspirasi generasi seniman.

Jika bagian pertama menonjolkan suasana introspektif dan nostalgia, Bagian kedua, Rasa Syukur atas Perjalanan, menghadirkan Andante Spianato dan Grande Polonaise Brillante, Op. 22. Bagian ini membuka ruang yang lebih cerah dan bersinar, namun tetap mempertahankan kehalusan khas Chopin. Dalam pendekatan Nguyen Viet Trung, musik diperlakukan sebagai narasi diri—sebuah ekspresi rasa syukur dan ucapan terima kasih yang rendah hati dan tenang kepada mereka yang membimbingnya dalam perjalanan pendidikan. Di bagian ini, rasa syukur digambarkan bukan sebagai konsep abstrak, melainkan pengalaman personal yang diterjemahkan menjadi suara.

Bagian ketiga, Penghormatan kepada Kemanusiaan, mengajak penonton memasuki dialog langsung antara dua seniman melalui karya untuk dua piano. Variations on a Theme by Haydn karya Johannes Brahms, Op. 56b, ditampilkan sebagai contoh bagaimana seorang komposer berinteraksi dengan masa lalu bukan lewat pengulangan, melainkan melalui penciptaan kembali, transformasi, dan perubahan yang konstan. Sementara itu, Concertino for Two Pianos karya Dmitri Shostakovich, Op. 94, menawarkan warna berbeda: intim, fleksibel, dan menonjolkan interaksi.

Dengan struktur program yang dibuat mudah diakses, kedalaman artistik, serta koneksi antarkarya yang mengalir, In Gratitude dikisahkan sebagai perjalanan puitis dan filosofis tentang musik. Program ini juga menghadirkan artis ansambel tamu—Paweł Zalejski (Biola I), Tạ Khánh Linh (Biola II), Phùng Hoài Thu (Viola), Lưu Ly Ly (Cello), dan Vũ Cẩm Tú (Contrabass)—yang berkontribusi pada pengalaman musik kamar yang lengkap dan multi-dimensi.